Sinopsis Pinocchio episode 7 part 2. Pada part sebelumnya diceritakan kalau Dal Po menghilang karena sudah salah memberitakan tentang alasan ahjumma yang meninggal karena diet ketat. Namun setelah dia ngobrol dengan Gong Pil, Dal Po memutuskan kembali bekerja dan hendak memperbaiki kesalahannya.
Sinopsis Pinocchio episode 7 part 2 !!!
Young Tak menghampiri Hyun Gyu dan bertanya kenapa Hyun Gyu berdiri disana seperti orang bingung. Dengan pelan Hyun Gyu menjawab kalau Dal Po sudah keluar dari persembunyiannya dan sedang dalam perjalanan ke YGN. Young Tak pun bertanya lagi, apa masalahnya.
âSemua orang biasanya akan meninju setelah menghilang. Selama periode pelatihan mereka atau menyerahkan pengunduran diri mer! eka.âucap Hyun Gyu penasaran tentang apa yang akan Dal Po lakukan setelah muncul kembali.
âAku ragu. Choi Dal Po tidak terlihat seperti itu.â jawab Young Tak sambil mengoleskan pelembab di bibirnya. Namun Hyun Gyu tetap yakin kalau Dal Po pasti akan melakukan sesuatu yang menyeramkan, karena menurutnya penampilan bisa menipu. Contohnya saja editor Jo yang terlihat tenang sekarang, padahal dulu dia sudah membuat semua orang heboh dengan mengancam akan lompat dari atap gedung saat masa pelatihan.
âAigooo... jika kau menyinggungnya, maka kejadianmu lebiih parah, ayahmu datang jauh-jauh kekantor, dan melempar ular pada Hwang Gyo Dong karena kau mengatakan kalau dia menyiksamu.â Ucap Young Tak mengingatkan masa lalu Hyun Gyu.
âItu karena dia menyuruhku tanpa henti.â Jawab Hyun Gyu dan Young Tak pun berkata kalau Hyun Gyu juga sudah melakukan hal sama pada Dal Po, jadi apa Dal Po akan melakukan hal yang sama seperti Hyun Gyu dulu.
Tepat disaat itu Dal Po datang. Melihat Dal Po, Hyun Gyu terlihat ketakutan. Namun ketakutan Hyun Gyu sia-sia saja, karena Dal Po bukan orang yang suka membuat sensasi seperti itu. Dal Po malah memberi salam pada hYUn Gyu dan meminta maaf atas masalah yang sudah terjadi. Young Tak yang masih berada di sana langsung menyuruh Dal Po masuk ke dalam karena Gyo Dong sudah menunggunya.
âJangan menjawabnya dan juga jangan menangis didepannya.â Ucap Hyun Gyu pada Dal Po yang berjalan pergi.
âkau hanya mengkhawatirkan dirimu.â Ucap Young Tak sambil menempelkan tisu penyerap minyak pada wajah Hyun Gyu.
Dal Po masuk ruangan Gyo Dong dan berkata kalau dia minta maaf. Tak mau mempermasalahkannya, Gyo Dong langsung menyuruh Dal Po melanjutkan pekerjaannya. Dal Po hendak pergi namun dia berbalik lagi dan bertanya kenapa?
âAku datang siap untuk dihukum.â Ucap Dal Po.
âItu kesalahan cukup besar untuk dibiarkan lolos dengan mudah.â
âLalu kenapa kau melakukannya?â
âKau mendapatkan satu kesempatan, karena aku juga melakukan kesalahan yang sama.â Ucap Gyo Dong yang kemudian mengatakan kalau kesalahan yang dia maksud adalah kasus 13 tahun yang lalu, dimana dia juga melaporkan berita yang tidak akurat tenta! ng seoran! g kepala keluarga yang dituduh menjadi pembunuh. âDan karena laporan salah yang aku buat... keluarga itu berakhir dengan tragis.â
Mendengar itu tentu saja Dal Po bisa menebak kalau berita yang Gyo Dong maksud adalah tentang ayahnya yang dituduh sebagai pembunuh. âKalau begitu... bagaimana kau bisa bangkit dari itu?â tanya Dal Po.
Gyo Dong menjawab kalau dia tidak pernah bangkit, âAku melarikan diri, seperti yang kau lakukan. Aku berhenti menjadi wartawan.... dan pindah ke departemen lain untuk menjadi produser, dan 5 tahun kemudian.... aku bertemu seseorang pada acara TV kuis.â Ucap Gyo Dong dan menatap Dal Po yang menyadari kalau orang yang Gyo Dong maksud adalah dirinya.
âKenapa anda berhenti menjadi reporter?â tanya Dal Po.
âKarena melihat anak itu... membuatku merasa terhina dan malu. Seolah-olah dia menangkap basah aku yang bersembunyi karena aku takut. Itu sebabnya aku kembali ke dapartemen ini.â Jawab Gyo Dong.
Dal Po bertanya lagi tentang rasanya kembali menjadi reporte, âapakah kau senang melapor lagi?â tanya Dal Po.
Sebelum kita mendapatkan jawaban dari Gyo Dong, kita sudah dialihkan pada In Ha yang sedang bersama Bum Jo. In Ha berkata kalau dia merasa tubuhnya seperti ditusuk2 jarum. Mendengar itu, Bum Jo dengan perhatiannya memberikan syal miliknya agar In Ha lebih merasa hangat.
âApa ini flu pertamamu sejak SMA?âtanya Bum Jo dan In Ha pun menjawab iya.
âTapi kenapa kau tahu tentang itu?â tanya In Ha penasaran karena Bum Jo banyak tau tentang dirinya.
âOh, kau pernah bilang beberapa hari yang lalu. Ngomong2, flu ini serius. Kita harus memberimu izin dan membawamu ke rumah sakit.â Ucap Bum Jo dan In Ha menolak sarannya karena dia tak mau kalah karena flu, dia harus tetap bekerja keras untuk memperoleh berita.
Mata In Ha kemudian mengarah pada Chan Soo yang baru datang dengan membawa sesuatu. Dengan cepat In Ha langsung menghampiri Chan Soo dan bertanya apa yang Chan Soo bawa itu.
âApa itu laporan investigasi? Atau laporan kasus kejahatan baru? Apa kau akan melaporkannya? Hah?â tanya In Ha pada Chan Soo.
âMenjauh dariku! ! Kau aka! n menulariku.â Jawab Chan Soo sambil melepaskan diri dari genggaman In Ha. Namun In Ha tak mau menyerah,sampai-sampai dia menarik kerah jaket Chan Soo dan meminta Chan Soo untuk memberitahunya. Kalau Chan Soo tak mau memberitahunya, In Ha mengancam akan menulari Chan Soo dengan penyakitnya.
âIni bukan apa2, hanya daftar panggilan telepon.â Ucap Chan Soo sambil menjauhkan kepala In Ha darinya.
âDaftar panggilan telepon apa?â tanya In Ha lagi.
âIni terkait kasus kebakaran kontainer baru2 ini. Ini daftar panggilan telepon si tersangka, Moon Suk Soo. Kau tidak mengerti.â Jawab Chan Soo. Mendengar itu In Ha langsung menyuruh Bum Jo mengambil gambar daftar telepon itu, karena bisa jadi daftar itu akan berguna bagi mereka suatu hari nanti. Tak mau daftar telepon itu difoto, Chan Soo pun mengangkatnya tinggi2.
Tepat disaat itu Dal Po datang dan melihat Bum Jo yang bagitu keras berusaha mengambil foto daftar itu, jadi Dal Po pun diam2 menghafal semua daftar nomor telepon itu.
âDaftar panggilan Moon Duk Soo?â gumam Dal Po.
âChoi Dal Po, kau kembali?â tanya Chan Soo yang kemudian langsung menyembunyikan daftar telepon itu karena dia tahu Dal Po bisa menghapalnya dalam sekali baca.
Karena sudah ada Dal Po, In Ha pun hendak pergi namun langkahnya terhentin karena Dal Po memanggilnya dan mengajaknya bicara. Chan Soo juga menambahkan kalau sepertinya memang ada banyak hal yang ingin In Ha bicarakan dengan DalPo, karena selama Dal Po menghilang, In Ha terus mencarinya.
âTak ada yang ingin kukatakan padamu.â Ucap In Ha dan langsung mengajak BumJo pergi, karena mereka harus pergi menyelidiki kecelakaan mobil.
âAda apa dengan In Ha? Sepertinya dia menghindarimu.â Tanya Chan Soo dan Dal Po mengiyakan, dia membenarkan kalau In Ha memang sedang menghindarinya. Saat Chan Soo bertanya kenapa, Dal Po hanya menjawab kalau semua itu karena dia sudah mengatakan beberapa hal yang tidak seharusnya dia katakan. Mendengar itu, Chan Soo pun komentar kalau sikap Dal Po dari dulu tidak pernah berubah, belum selesai Chan Soo berkata2, Dal Po malah pergi begitu saja, hingga membuat Chan Soo kesal.
In Ha dan Bum Jo sedang mencari informasi tentang kecelakaan mobil, namun polisi yang menanganinya berkata kalau mereka juga sedang menyelidikinya jadi mereka belum punya informasi yang diberikan pada In Ha dan Bum Jo. Mendengar itu, In ! Ha pun be! rkata kalau mereka akan kembali lagi nanti untuk menanyakannya lagi.
Tepat disaat akan pergi, In Ha hampir terjatuh untungnya ada Bum Jo dan Dal Po yang reflek menangkapnya. Namun In Ha sepertinya tidak suka dibantu oleh Dal Po karena dia langsung menyingkirkan tangan Dal Po dan mengajak Bum Jo pergi melanjutkan pencarian beritanya. Melihat kondisi In Ha yang sangat lemah, Bum Jo pun meminta bantuan ibunya untuk mengantarkan mereka. Dal Po terlihat khawatir melihat In Ha yang sedang sakit namun masih tetap berusaha kerja.
Saat Dal Po melihat kepergian In Ha dan Bum Jo, Yoo Rae muncul dan langsung marah2 pada Dal Po karena menghilang beberapa hari dan membuat Yoo Rae bekerja sendiri. Emosi Yoo Rae langsung berubah dengan rasa iri saat m! elihat Bu! m Jo dan In Ha pergi melakukan investigasi dengan menggunakan mobil mewah.
âAku sangat cemburu! Pasti enak, dia bermitra dengan anak kaya, dan melakukan liputan dengan mobil bagus. Yang aku dapatkan adalah mitra jelek yang membuatku melakukan semua kerja keras ini sendiri.â Keluh Yoo Rae pada Dal Po.
âMaafkan aku karena menjdai mitra yang jelek.â Ucap Dal Po pelan dan mendengar permintaan maaf Dal Po membuat Yoo Rae menjadi tak enak, jadi dia pun tak membahasnya lagi.
Dal Po kemudian bertanya tentang apa saja yang Yoo Rae dapatkan selama Dal Po tidak ada. Yoo Rae menjawab tidak ada karena menurutnya dia hanya mendapatkan informasi2 kecil yang tidak terlalu penting. Dal Po menjawab kalau dia tak perduli seberapa kecil informasi itu, jadi dia tetap meminta Yoo rae melaporkan semuanya pada dia.
âInsiden mengemudi dalam keadaan mabuk. Itu sudah dilaporkan. Temanmu memberiku ini, tapi aku akan melewatkannya.âucap Yoo Rae membaca semua info yang dia terima.
âHey, aku tidak akan melewatkan apapun. Katakan saja.â Pinta Dal Po.
âIni tentang kebakaran kontainer tapi tidak banyak petunjuk lain. Tersangka melarikan diri, Moon Duk Soo....dia sebenarna seseorang yang kita kenal.â Ucap Yoo Rae yang kemudian memberitahu Dal Po kalau Moon Duk Soo adalah orang yang menjadi saksi dalam kasus ledakan pabrik saat mereka wawancara. âIni tidak penting, tapu menurutku ini sebuah kebetulan yang aneh.â Tambah Yoo Rae.
âDia orang yang sama?â gumam Dal Po seperti sedang memikirkan sesuatu.
Dalam perjalanan mencari berita, In Ha yang dalam kondisi tidak sehat, terus berterima kasih pada Nyonya Park karena sudah mau datang membantu dia dan Bum Jo. Nyonya Park menjawab kalau dia mau melakukan semua itu, karena itu permintaan Bum Jo.
âJangan khawatir, aku akan membawamu ke semua tempat.â Tambah Nyonya Park dengan ekspresi tidak senang.
Karena In Ha sakit, jadi NyonyaPark lah yang datang ke pos polisi dan bertanya apa ada kasus yang sedang polisi selidiki. Nyonya Park bertanya sambil memberikan kopi pada polisi yang sedang berjaga. Dia sempat marah saat polisi menjawab kalau tidak ada kasus yang sedang terjadi, karena dia pikir kejahatan sering terjadi dimana-mana.
Nyonya Park lalu membangunkan pengemudi mabuk yang sedang tertidur dibangku tunggu. Dengan suara keras dia bertanya pada pengemudi itu, âKenapa kau begitu mabuk sampai menghancurkan papan billboard? Aku yakin ada alasan dibalik itu.â
Namun penngemudi itu tidak menghiraukan pertanyaan Nyonya Park, dia malah memilih untuk melanjutkan tidurnya.
Di mobil, Nyonya Park menyampaikan semua yang dia dapatkan pada In Ha dan In Ha pun langsung melaporkannya pada Il Joo. Setelah selesai melapor, In Ha bisa menghela nafas dengan lega dan mengucapkan terima kasih pada Nyonya Park. Rute pencarian berita mereka sekarang menuju distrik Woon-Ha, jadi Nyonya Park menyuruh supirnya untuk pergi kesana.
âKau perlu istirahat, ibuku dan aku bisa menangani sisanya.â Ucap Bum Jo dan langsung disetujui oleh Nyonya Park. Karena sudah seperti itu, In Ha pun tak bisa menolaknya lagi.
In Ha pergi ke ruangan reporter dan disana dia melihat ruangan sudah penuh, selain itu disana juga ada Dal Po yang sudah tertidur lelap. Jadi In ha memutuskan pergi ke toilet dan tidur disana.
Dal Po terbangun dan melihat kesekelilingnya,sepertinya dia sedang mencari In Ha. Karena tidak ada, Dal Po pun memutuskan keluar ruangan. Di luar, tak sengaja dia mendengar dua polisi berkata kalau ada seorang reporter yang tidur di toilet. Mendengar itu, Dal Po langsung begegas mencarinya dan seperti dugaannya, reporter yang polisi tadi maksud adalah In Ha.
Dal Po berusaha membawa In Ha keluar toilet, tapi In Ha malah menyuruhnya untuk tidak mendekatinya. Namun Dal Po tak perduli pada larangan In Ha, dia tetap membawa In Ha keluar dari toilet dan hendak membawanya ke rumah sakit. In Ha berkata kalau itu hanya flu biasa, dia tak mau Dal po membawanya ke rumah sakit karena dia takut menularinya.
âApa? Kau menghindariku karena kau tidak ingin aku tertular?âtanya Dal Po tak percaya.
âAku benar2 sakit. Aku tak boleh menularimu.â Ucap In Ha dan pingsan.
Dal Po langsung menggendong In ha dan membawanya ke rumah sakit. Dokter yang memeriksanya berkata kalau In Ha terken! a ruam sa! raf.
âDia pasti sangat kesakitan. Bagaimana dia bertahan dengan semua rasa sakit itu?â ucap dokter.
In Ha terbangun dan langsung bertanya pada dokter apa penyakitnya menular. Dokterpun menyuruh In Ha untuk tidak mengkhawatirkannya karena penyakit ini tidak akan menular pada orang dewasa. Mendengar itu, In Ha langsung lega.
âAda banyak hal yang ingin kukatakan padamu.â Ucap In Ha dengan lemah dan langsung tertidur. Sebelum pergi dokter berkata pada Dal PO kalau dia sudah memberikan In Ha antibiotik dan obat nyeri, jadi dia akan segera membaik. Dan saat In Ha terbangun nanti, dokter menyuruhnya untuk banyak istirahat di rumah.
Dal Po hendak pergi namun In Ha mencegahnya dengan menarik ujung jaket Dal Po dan menyebut nama Dal Po dengan mata masih tertutup. Melihat itu, Dal Po pun mengurungkan niatnya untuk pergi dan memilih duduk disamping In Ha sambil memegangi tangannya. Dal Po juga melihat In Ha masih memakai jimat kancing darinya.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
0 Response to "Sinopsis Pinocchio Episode 7 Part 2"
Posting Komentar