Sinopsis Goddess of Fire, Jung Yi Episode 14 Part 2. Akhirnya bisa melanjutkan part 2, di part ke dua ini kita akan melihat P Gwang hAe yang mulai melunak pada Jung Yi, tidak marah-marah lagi. Karena kemampuan mengingat Jung Yi yang sangat bagus, P Gwang hAe menggunakannnya untuk mengingat tembikar-tembikar seperti apa saja yang di simpan di gudang penyimpanan.
Sinopsis Goddess of Fire, Jung Yi Episode 14 Part 2
P Im Hae mengajak P Gwang Hae dan Tae Pyung ke ruangan P Gwang Hae. Karena P Im Hae mau berbicara terlebih dulu dengan P Gwang Hae, jadi dia menyuruh Tae Pyung untuk menunggu diluar. P Gwang Hae langsung memberi penjelasan kalau Tae Pyung punya alasan tersendiri kenapa dia bertingkah seperti itu padanya ( cuek pada P Gwang Hae).
âApa sang pangeran sednag bertengkar dengan anak itu?â ledek P Im Hae. âTentu saja, ini adalah bagian dari jatuh cinta, akan ada tarik ulur seperti itu.â
âBukankah aku sudah bilang, bukan seperti itu yang terjadi.â Bantah P Gwang Hae.
P Im Hae berkata kalau adiknya itu tidak bisa membohongi matanya. âaku adalah satu-satunya yang tahu bagaimana kau menatap dia, bahkan saat dia masih berpakain seperti pria. Aku akan memintanya masuk ke dalam, cobalah merayunya.â P Im hAe hendak keluar, tapi dia berbalik lagi dan berkata, âjika sudah tidak ada lagi yang berhasil, gunakan uang. Seperti yang biasa terjaadi, kau menunjukkan seberapa dalam cintamu dnegan uang.â
P Gwang Hae hanya bisa menghela nafas dengan sikap kakaknya itu. P Im hae menemui Tae Pyung di luar, dia memuji Tae Pyung karena dia sudah melakukan semuanya dengan baik.
âJika kau tersenyum, hanya karena pria itu mencari perhatianmu, sama sekali tidak menyenangkan.â
âApa?â tae Pyung ta! k mengert! i maksud P Im Hae.
âTapi bagaimanapun, tidak boleh berlebihan atau terlalu sedikit. Apa yang kau lakukan jika kau akan terlalu jauh dengannya, setelah kau terus tidak peduli padanya? Lakukan secukupnya saja.âucap P Im hae.
Tae Pyung tambah tak mengerti apa maksud dari perkataan P Im Hae.
âKau tidak perlu menyembunyikannya karena aku sudah mendengar semuanya dari gwang Hae. Cepat masuk, Gwang Hae sudah menunggu.âsuruh P Im Hae.
Tae Pyung masuk, suasana antara P Gwang hae dan Tae Pyung jadi canggung. P Gwang Hae langsung memberi! tahu kala! u kakaknya sudah salah paham tentang mereka berdua, jadi dia meminta Tae Pyung untuk menganggapnya tidak pernah mendengar apa2.
âAku akan memisahkan antara masalah pribadi dan pekerjaan. Untuk tugas kali ini, aku akan menggunakan sisi pribadiku, ingat itu dan bantu aku dalam hal ini.â
âJika kau melakukannya secara pribadi, bagaimana aku bisa membantumu?â tanya Jung Yi.
âApa?â
âsecara resmi, aku adalah pekerja suruhan. Aku harus memenuhi kewajibanku sebagai pekerja suruhan, jadi bagaimana aku bisa membantumu secara pribadi? Aku membantumu, karena hubungan pribadi kita, tapi...... itu adalah hal yang tidak disukai oleh Yang Mulia.â Setelah mengatakan itu, Tae Pyung keluar tanpa menunggu jawaban P Gwang Hae.
P Gwang hAe duduk lemas, dia bertanya2 bagaimana dia mengatasi semua itu.
Yook do pergi ke tempat Ketua Son dan meminta Ketua Son memperkerjakan kembali Hwa ryung. Dengan tegas Ketua Son berkata kalau itu bukanlah wewenangnya, dan yang berwewenang memaggil Hwa Ryung kembali adalah Kepala Bun Won.
âHaeng Soo Son! Kau pikir siapa yangakan menjadi kepala Bun Won selanjutnya? Untuk memimpin bisnis yang besar ini,bukankah seharusnya kau memiliki pemikiran jangka panjang?â
Ketua Son tersenyum, âharus ada yang bertahan terlebih dulu, sebelum berpikir mengambil langkah yang selanjutnya. Ketika kau menjadi kepala Bun Won, aku akan menggunakan cara yang berbeda. Sekarang prioritasku bukan untuk mengecewakan Kepala Bun Won.â
Yook do benar2 terlihat kecewa. Tiba2 pelayan Ketua Son datang dan membisikan sesuatu pada Ketua Son. Karena sudah tak bisa membujuk ataupun mengancam Ketua Son lagi, Yook do memilih pergi.
âTembikar milik kepala Bun Won Lee? Bagaimana aku bisa mendapatkannya dengan cepat? Tembikar yang berada dalam ruangan Kepala Bun Won?â ucap Ketua Son pada pelayannya, dan Yook Do yang baru akan pergi mendengar percakapan itu.
Yook Do pergi menemui Hwa Ryung, pada Hwa Ryung dia menceritakan tentang perlakukan Ketua Son padanya. Dia berjanji pada Hwa Ryung, akan mencari jalan lain agar Hwa Ryung bisa kembali bekerja di tempat Ketua Son. Bersikap bijaksana, Hwa ryung meminta yook Do untuk tidak memaksakan dirinya.
âdia bukanlah orang yang mau mengalah untuk hal yang tidak menguntungkan baginya.â
âMaksudmu jika aku memiliki barang yang dia i! nginkan m! aka semuanya akan baik2 saja?â tanya Yook Do.
âDia adalah orang yang mengelola usaha terbesar di ibu kota. Apa yang dia inginkan bukanlah barang yang dengan mudah dapat diperoleh. Bagaimana bisa kau mendapatkan barang seperti itu? Aku merasa telah memiliki seluruh dunia, walau hanya tahu apa yang sedang kau rasakan. Dan itu sudah cukup bagiku.â
Eummm... aku merasa Hwa ryung bekerja sama dengan Ketua Son, untuk memancing yook do mencuri tebikar milik ayahnya. Dan perkiraanku benar, Yook Do ditengah malam masuk keruangan ayahnya dan mengambil salah satu tembikar yang ada di sana.
Yook Do menaruh guci yang dia curi di depan rumah hwa ryung, tak lama kemudian Hwa Ryung keluar dan melhat bungkusan di depan rumahnya. Saat dia membukanya, Hwa Ryung tersenyum senang, karena rencananya berhasil.
Kita beralih ke pasangan tae Pyung dan P Gwang Hae. Tae Pyung sedang sibuk merapikan kayu, dia langsung berhenti dan memberi salam saat meihat P gwang hae mendatanginya. P Gwang hae menyuruh tae Pyung mengikutinya tanpa membuat yang lain curiga.
Seperti adegan sebelumnya, Jung Yi mengikuti P gwang hae. Untuk yang kali ini, setiap mereka berpapasan dengan orang, Jung Yi selalu berpura2 mengerjakan sesuatu.
Setelah menemukan tempat yang sep! i , P Gwan! g Hae langsung berkata, âkau telah membuang waktuku yang berharga karena kau bicara tentang masalah pribadi dan resmi. Sepertinya aku membutuhkan bantuanmuâ.
âtapi yang Mulia,kewajibanku sebagai pekerja....â
âo ho... bukankah aku sudah bilang untuk tidak menyangkutpautkan dengan kewajibanmu sebagai seorang pekerja? Kenapa kau tidak membantuku setelah menyelesaikan pekerjaanmu?â tanya P Gwang Hae.
âPekerjaanku akan selesai setelah matahari terbenam. Dan saat itu, yang Mulia harus kembali ke istana.â Jawab tae Pyung.
âTidak.... aku juga sibuk saat siang hari. Kalau begitu, kita sepakat untuk mengerjakan tugas ini setelah matahari terbenam saat kita sudah selesai mengerjakan tugas masing2. Sekarang kau sudah paham kan? Kembalilah... â tae Pyung masih terdiam tak mengerti sehingga membuat P Gwang hAe menyuruhnya pergi.
P! Gwang Hae masih berada di ruangannya,dia bermain seperti permainan ular tangga atau apalah itu gak jelas. Tak lama kemudian P Im hAe masuk dan mengajak P gwang Hae pulang karena hari sudah gelap. P Gwang Hae menolak dengan alasan masih ada urusan.
P Gwang hAe yang sebenarnya sedang menunggu Jung Yi, tak sabar dan penasaran apakah Jung Yi benar2 belum selesai bekerja. Dia keluar dan melihat Jung Yi masih bekerja bersama 3 sekawan.
âseharusnya dia menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat.â
P Gwang hAe kembali keruangannya dan menunggu Jung Yi dengan tenang. Tak mau terlhat kalau dia yang menunggu, P Gwang hAe m! engaku ka! lau hari itu dia juga banyak pekerjaan, dan pekerjaannya belum selesai sampai sekarang. Saat jung Yi berkata akan menunggu di luar, P Gwang hAe langsung mencegahnya dengan mengatakan kalau pekerjaannya sudah selesai.
Sebelum P Gwang hAe mengatakan tugasnya apa, Jung Yi meminta satu permintaan pada Pangeran. âbegini.... untuk melakukan tugas ini, aku punya permintaan.â
âapa yang ingin kau katakan...â
âmulai dari sekarang, aku.... â
Belum sempat Jung Yi mengatakan keinginannya, P Gwang hAe memotongnya, âaku mengerti, mulai dari sekarang aku tidak akan bertindak seperti tidak mengenalmu.... dan berhenti berpura2 tidak melihatmu.â
âBukan itu.... perlakukan yang mulia padaku memang tidak nyaman pada awalnya. Tapi sekarang, aku justru menyukainya dan merasa nyaman saat kau melakukannya.â
âApa?â P Gwang hAe terkejut. âmenyukainya dan merasa nyaman?â
âiya... tolong lanjutkan perlakuanmu yang seperti itu padaku mulai dari sekarang.â
Dengan kesal P Gwang hAe mengiyakan permintaan Jung Yi, âketika ini berakhir,aku akan melakukannya.â Jawabnya dan pergi.
P Gwang Hae mengajak Jung Yi ke gudang penyimpanan. Jung Yi melihat2 semua tembikar di setiap rak.
âsejak terakhir kali aku disini, kulihat ada beberapa barang yang hilang.âucap Jung Yi.
âApa kau bisa mengingat semuanya?â
Jung Yi berpikir sejenak. Dia kemudian mendekati sebuah guci besar, âini tidak berada disini sebelumnya, ada vas meiping disini.â Ujarnya.
P Gwang hAe mulai mencatat apa yang Jung Yi katakan. Jung Yi menyebutkan ciri2nya, âdikedua sisinya ada bambu dan pohon plum berwarna biru, bunga yang mekar berwarna biru tua. Oh, pohon plumnya memiliki cabang.... yang mengait satu sama lain seperti iniâ Jung Yi mengaitkan tangannya. âseakan2.... memeluk vas ini dengan sangat kuat.â .png)
0 Response to "Sinopsis Goddess of Fire, Jung Yi Episode 14 Part 2"
Posting Komentar