Hee Jin berkata,âSudah kubilang, harusnya kita datang lebih cepat.! ! div>
Ji Eun menjawab,âMana kutahu kalau jalannya akan macet separah itu.
Jangan banyak mengeluh, sudah jalan saja.
Mereka sudah masuk ke dalam bandara.
Di lantai atas bandara, ada Young Jae yang duduk bersama managernya di ruang VIP lounge. Sedangkan di depan pintu yang dijaga 2 orang, sudah ada beberapa fansnya Young Jae yang berkerumun di sana sambil beb! erapa kal! i mencuri-curi foto dirinya. Manajer berkata,âSaat kau sudah sampai di hotel,kau akan di interview.Syutingnya akan dimulai di hari ke-2.Sesampainya kau di bandara,semua staff dan penerjemah sudah menunggumu disana.Dan saat kau sudah tiba di China, kita akan selesaikan kontrak dengan pihak IM.
Manajer menunjukkan sebuah koran,âApa kau sudah tahu gosipmu dengan Lee Ji-Hae?Dalam bulan ini saja sudah 2 kali dicetak beritanya.Kami memintamu lebih berhati-hati dengan image-mu. Young Jae membaca berita di koran itu sekilas sebelum melemparnya ke atas meja.
Young Jae bertanya,âLalu bagaimana dengan jadwal acara di China?
Dong Wook berkata,âCepat masuklah kesana.....
Ji Eun bertanya,âApa setibanya di bandara aku akan dijemput?
Dong Wook menjawab,âTentu saja. Cepat saja masuk kesana.
Ji Eun mengingatkan,âJangan lupa menyiram tanamanku, ya?
Hee Jin menjawab,âJangan khawatir, kami akan mengurus semuanya disini.Masuklah, nanti kau terlambat.
Ji Eun berkata,âAneh sekali rasanya. Baru kali ini aku pergi jauh dari rumah.Kau tahu itu kan... Dong Wook menjawab,âKau kan sudah dewasa sekarang. Sudah seharusnya kau meninggalkan rumah.
Ji Eun berkata,âBaiklah, aku akan pergi. Tolong jaga baik-baik rumahku.
Ji Eun pergiâ¦Hee Jin dan Dong Wook menatap kepergiannya.
Hee Jin merasa tak enak dan memanggilnya,âJi-Eun, tunggu sebentar... Hee Jin mendekati Ji Eun yang hampir masuk ke bagian keberangkatan.
Hee Jin mengeluarkan dompet dan memberikan separuh uangnya pada Ji Eun.
Hee Jin berkata,âAmbillah ini.
Ji Eun tak mengerti,âUntuk apa?
Hee Jin menjawab,âKalau kau sudah di China, kau bisa menukarkannya dengan mata uang China. Makanlah yang banyak dengan uang ini!
Ji Eun berkata,âTenang sa! ja. Semua! nya pasti sudah disiapkan untukku, kan?
Hee Jin memaksa,âIni untuk jaga-jaga saja.
Dong Wook mengambil uang dari tangan Hee Jin lalu menggenggamkan uang itu ditangannya Ji Eun.
Dong Wook berkata,âAmbil saja.Kau orangnya mudah sakit, jadi hati-hatilah.
Ji Eun tak mengerti,âKalian kenapa sih?
Ji Eun akan masuk..tapi tiba-tiba.. Hee Jin memanggil dan memeluknya,âJi-Eun.
Dong Wook ikut memeluk Ji Eun.
Dong Wook dan Hee Jin berkata bersamaan dengan sedih,âJi-Eun, kami menyayangimu!
Ji Eun tak mengerti,âHei, kenapa kalian ini!Kenapa kalian jadi begini?
Dong Wook dan Hee Jin masih memeluknya,âKami menyayangimu. Sangat menyayangimu.
Ji Eun tertawa geli,âAku juga menyayangi kalian.Oke?Selamat tinggal.
Dong Wook dan Hee Jin melepaskan pelukannya.
Ji Eun melambaikan tangannyaâ¦Dong Wook dan Hee Jin membalas melamaikan tangannya.
Ji Eun masuk ke dalam.
Di depan pintu keberangkatan.
Hee Jin menoleh dan bertanya,âJi-Eun akan baik-baik saja, kan?
Dong Wook menjawab,âWalau kau tinggalkan dia dihutan sekalipun, dia pasti akan baik-baik saja.Yang perlu kita khawatirkan adalah saat dia pulang nanti.Dia sudah pergi. Ayo kita bereskan semuanya.
Dong Wook dan Hee Jin terlihat merasa sangat bersalah pada Ji Eun.
Pesawat akan bersiap-siap berangkat. Di dalam pesawat, Ji Eun akan menaruh tasnya di bagasi atas..tapi dicegah oleh seorang pramugari.
Pramugari berkata,âBiar aku saja Nona...
Ji Eun duduk di kursinya dan benar-benar terlihat seperti orang yang tak pernah naik pesawat. Hahahaâ¦.
Ji Eun berkata,âTempat ini besar sekali.Apa ini?Sandal?Enak juga dipakai.
Pramugari bertanya,âMaaf, Anda mau baca koran?
Ji Eun bertanya,âYa.Umm, apa guncangannya nanti akan sangat keras?
Pramugari menjawab,âTidak juga.
Ji Eun memasang sabuk pengamannya dan membaca koranâ¦tentang Young Jae Ji Eun berkomentar,âGosip lagi?Dengan siapa lagi dia sekarang?Lee Ji-Hae? Kenapa harus dia?
Lalu ada seseorang yang datang. Pramugari berkata,âSelamat datang. Sebelah sini Tuan, silahkan.
Ji Eun menyapa tanpa melihat jelas,âHalo!
Ding Dongâ¦.hahahaâ¦Young Jae duduk di sebelah Ji Eun.! span>Ji Eun sadar dan menoleh tak percaya,âKau Lee Young-Jae, kan?Kau juga mau ke China? Untuk apa?Syuting film lagi?
Young Jae hanya senyum sekilasâ¦lalu menutup matanya.
Ji Eun kesal,âSemoga tidurmu nyenyak.
Pesawat take off..Ji Eun ketakutan dan mencengkeram tangan Young Jae kuat. Ji Eun ketakutan dan menutup matanya,âAigoo! Pesawatnya berguncang. Uhhâ¦uhhhâ¦
Young Jae kesal..sampai menutup mulutnya sendiri agar tak berteriakâ¦mencoba melapaskan tangannya..dan berhasil.
Setelah pulang dari bandaraâ¦.di rumah Ji Eun, manajer Young Jae datang untuk melihat-lihat rumah Ji Eunâ¦yang tentu saja masih berantakan. Hee Jin buru-buru melempar beberapa barang ke sudut, sedangkan Dong Wook yang menjelaskan detail rumah Ji Eun.
[jangan-jangan rumah Ji Eun akan dijual nih! Pantas saja Ji Eun di suruh pergi liburan ke luar negeri. Jahat juga yah!] Manajer Young Jae bertanya,âListriknya masih berfungsi kan.
Dong Wook menjawab,âYa, tentu saja.Rumah ini kondisinya masih bagus, kan?
Di ruang tamu
Dong Wook duduk dengan tersenyum lebar sambil menghitung jumlah uang yang dia dapatkan. Hee Jin yang berdiri di belaka! ngnya jug! a tersenyum lebar.
Manajer Young Jae bertanya,âApa semuanya sudah pas?
Dong Wook menjawab,âYa.
Manajer Young Jae bertanya,âKatamu, semua perabotannya sudah dikeluarkan?
Dong Wook menjawab,âYa, tentu saja.Akan kami bereskan semuanya.
Manajer Young Jae menjawab,âBaiklah, aku percayakan padamu semuanya.Aku pergi dulu.
Manajer Young Jae pergi.
Hee Jin membungkuk memberi salam,âSelamat jalan.
Setelah mengantar majaer Young Jae,Hee Jin masuk dengan menghitung uang yang didapatnya. Dong Wook merasa bersalah,âHee-Jin, apa kita sudah kelewatan?
Hee Jin menjawab,âTenanglah.Semua akan baik-baik saja.
Dong Wook menunduk sedih.
Hee Jin melihat pesawat,âLihat itu! Pesawat itu.Ampuni kami, Ji-Eun.
Dong Wook menyesal,âAmpuni kami, Ji-Eun!Apa dia naik pesawat itu?Ji-Eun.
Hee Jin menyesal,âJi-Eun.Maafkan kami Ji-Eun.
Di dalam pesawat,saat makan siang. Di depan Ji Eun dan Young Jae ada hidangan makan siang yang begiu banyak dan terlihat enak. Tentu sajaâ¦kelas VIP gitu! Heheheeâ¦
Ji Eun makannya cepat sekaliâ¦seperti ga pernah makan..sedangkan Young Jae baru minum aitu putih saja. Ji Eun melihat makanan Young Jae.
Ji Eun bertanya,âBoleh aku minta itu?Kalau tukaran saja gimana? Enak sekali.
Young Jae sedikit kesal dan memberikan makan itu dengan gratis.
Ji Eun menerimanya,âTerima kasih.
Ji Eun langsung memakannya.
Setelah selesai makanâ¦Young Jae membaca majalah, sedangkan JI Eun minum orange Juice tapi Ji Eun merasa dadanya sakit karena makanannya ada yang nyangkut di tenggorokannya.
Ada pramugari lewat.
Ji Eun bertanya,âBoleh minta minumnya lagi?
Pramugari bertanya,âMinuman soda?
Ji Eun mengangguk.
Pramugari menjawab,âBaik, tunggu sebentar.
Young Jae hanya melirik sekilas.
Young Jae mau minum dan hampir tersedak saat Ji Eun menyenggol lengan tangannya. Ji Eun bertanya,âKau lihat tadi?Kau lihat, kan?
Saat Ji Eun melempar sebuah snack ke atas langsung menangkapnya dengan mulut Ji Eun. Ji Eun melakukannya beberapa kali lagi. Young Jae hanya menyandarkan lengannya di kursi dan melirik tingkah Ji Eun.
Beberapa saa kemudian,Ji Eun dan Young Jae mengisi formulir. Ji Eun sedikit bingung dan melirik kepunyaannya Young Jae. Ji Eun kaget,âHotel Rubina?Kau menginap disana?Aku juga menginap di sana.Kebetulan sekali.
Young Jae kesal,âKau sedang lihat apa?
Ji Eun menjawab sambil tersenyum geli,âIni pertama kalinya aku ke luar negeri.Ini juga pertama kalinya aku naik pesawat.Ini pasti akan menyenangkan. Young Jae cuek dan melanjutkan mengisi formulir.
Ji Eun mencoleknya,âApa telingamu pernah sakit?Kalau kau menelan ludahmu, itu akan mengurangi sakitnya.
Young Jae menghentikan menulis dan diam kesal.Ji Eun mempraktekkan,âSeperti ini. Tapiâ¦.Ji Eun malah muntah di baju lengan Young Jae.
Young Jae kaget.
Ji Eun kaget,âMaaf.Bagaimana ini?Aku benar-benar minta maaf.
Young Jae menjawab,âKau ini.
Ji Eun lagi-lagi muntah di baju Young Jae. Young Jae buru-buru k! e kamar m! andi dan melepaskan bajunya yang terkena muntahan Ji Eun. Ternyata tangannya juga berbekas bau muntahan Ji Eun. Young Jae lalu menghilangka bau itu dengan menggunakan sabun. Young Jae kembali ke kursinya dengan hanya memakai kaos dalamâ¦lalu menoleh ke samping. Young Jae terlihat kesal dan marahâ¦sedangkan Ji Eun sudah tertidur dengan mulut terbuka. Young Jae merasa masih bauâ¦.bajunya langsung diselipkan pada bagian belakang belakang kursi di depannya.
Bandara International, Shanghai. Di dalam pesawat, Ji Eun akhirnya terbangun dan dia penumpang yang terakhir. Sebelumnya,Ji Eun mengganti sandar pesawat dengan sepatunya. Ji Eun tak sengaja melihat baju Young Jae yang terselip disana dan mengambilnya.
Ji Eun ada di dalam bandara dan melihat Young Jae. Ji Eun langsung lari mengejar Young Jae. Ji Eun berteriak,âMaaf.Hei, tunggu.Hei, tunggu.Ini...Hei, tunggu.
Tapi Young Jae sudah pergi melewati pos penumpang VIP.
Ji Eun dihadang polisi.
Polisi berkata dalam bahas Cina,âLewat sana
Ji Eun menjawab,âTapi ini milik orang itu.
Polisi berkata dalam bahas Cina,âSilahkan lewat sana.
Ji Eun ngotot,âTapi ini punya orang itu.
Polisi berkata dalam bahas Cina,âDisini khusus untuk penumpang VIP.Silahkan lewat sana.
Ji Eun masih ngotot,âTapi ini punya pria itu.
Polisi berkata dalam bahas Cina,âTapi ini juga sudah aturannya.
Ji Eun mengalah,âYa, aku sudah tahu.
Ji Eun dari jauh melihat Young Jae pergi.
Young Jae di kawal oleh beberapa orang polisi dan pengawal pribadinya untuk masuk ke dalam mobilnyaâ¦.para wasedangkan di luar terdengar suara para fans-nya. Para fansnya berteriak berulang-ulang,âLee Young-Jae. Lee Young-Jae! Lee Young Jae.
Mobil Young Jae-pun pergi.
Ji Eun masih di bandara di bagian penjemputan. Ji Eun melihat satu per satu tulisan yang dibawa oleh para penjemput. Tapi tidak ada satu-pun namanya. Di dalam perjalanan Young Jae, para reporter masih mengikuti mobilnya. Young Jae sangat kesal sekali.
Di bandara..JI Eun menulis namanya, âHan Ji Eunâ di koran bekasâ¦dan mengangkatnya tinggi-tinggiâ¦siapa tahu ada yang akan menjemputnya. Tapi tetap saja tiada satu orang-pun yang mengenalnya. Young Jae sudah sampai di Hotel Rubina. Petugas hotel membukakan pintu mobil untuk Young Jae..Young Jae keluar dan berjalan menuju ke kamar hotelnya.
Sesampainya di kamar,Young Jae melepas jaket dan melempar kaca matanya di atas mejaâ¦lalu ke kamar mandi. Awalnya Young Jae hanya ingin cuci tangan..tapi Young Jae ingat kejadian di pesawat tadiâ¦dan mencium tangannya masih bau muntahan Ji Eun. Young Jae mencuci ulang lengan tangannya itu. Di bandara, telepon umum. Seorang ibu marah-marah ditelp,âKenapa kau ini?Itu tak ada hubungannya denganku. Sudahlah, lupakan saja.Dasar bodoh.
Ibu tadi langsung membanting gagang telp itu.
Di sisi telp yang lain, Ji Eun sedang telp rumahnya tapi tidak ada yang angkat.
Ji Eun kesal,âAku bisa gila dibuatnya.Kenapa telponnya tidak diangkat?Bagaimana aku akan pulang?
Ji Eun lalu keluar bandara dan mencoba berbicara dengan seseorang dengan bahasa isyarat tangan..tapi tetap saja tak mengerti. Ji Eun terlihat kebingungan.
0 Response to "SINOPSIS FULL HOUSE EPISODE 1 (Part 1)"
Posting Komentar