SINOPSIS
BIG
EPISODE 3
(Part 4)
Yoon Kyung pulang ke rumahnya. Dia membuang sandalnya dan ! membantin! g sweternya karena kesal. Lalu dia membuka kulkas dan melihat tas berisi kotak makanan yang dibuat oleh Da Ran. Dia tambah tidak enak hati.Yoon Kyung lalu memakannya dengan rasa menyesal, bahkan sampai tersedak. Dia lalu menoleh dan melihat pesan Da Ran.
Pesan Da Ran :
Makan yang pelan.
Makan terlalu cepat, tersedak bisa mati!
Ae Kyung bertanya,âapa itu?
Da Ran menjawab,âee.. koper Yoon Jae!
Ae Kyung berkata,âwah, sepertinya cukup berat!
Ae Kyung melihat guru Na masuk.
Ae Kyung bertanya padanya,âguru Na, rumah sakit tempat siswa itu dirawat, rumah sakit Korea Pasteur bukan?
Guru Na menjawab,âiya!
Ae Kyung bertanya lagi,âkarena searah, bisakah kau memberi tumpangan Da Ran juga?
Guru Na balik tanya,âkau mau aku memberi tumpangan guru Gil Da Ran juga?
Da Ran menolak,âaku baik-baik saja!
Ae Kyung berkata,âlagipula searah.
Ae Kyung bertanya pada Guru Na lagi,âkau bisa memberinya tumpangan, kan?
Guru Na menjawab senang,âtentu. Aku ambil mobilnya, jadi tunggu aku di pintu depan saja.
Guru Na lalu pergi. Ae Kyung tersenyum senang.
Da Ran bertanya,âada apa dengan guru Na?
Ae Kyung menjawab,âaku menceritakannya kepada rekan kerjaku, ternyata itu adalah teman baik dia. Kau tidak senang, ya?
Da Ran tersenyum
Di dalam mobil, Guru Na tegang. Dia merasa mobilnya berbau. Ternyata bau itu dari alas duduk di kursi sampingnya. Guru Na lalu membawa alas itu keluar untuk membersihkan debunya. Lalu dia menaruhnya kembali dan menyemprot pewangi mobil. Melihat kertas di kaca mobilnya, dia buru-buru membersihkannya.
Da Ran berjalan lesu membawa koper Yoon Jae. Lalu dia melihat Yoon Kyung berjongkok dan bicara sendiri dengan memainkan gagang pohon di jalan.
Yoon Kyung berkata sendiri,âsetelah dipikir-pikir lagi, sepertinya aku yang salah. Caraku berbicara terlalu berterus terang. Aku terlalu terburu nafsu barusan, jadi keceplosan. Pukulanmu terlalu sakit⦠itu juga tidak benar.
Da Ran mendengarnya dan mendesah melihatnya.
Yoon Kyung menambahkan,âIâm sorry. Iâm really sorry!
Da Ran mendesah dan berkata,âhuh! Ayo, kita harus pergi ke rumah sakit! Pergi ke rumah Yoon Jae mengembalikan ini.
Da Ran akan melangkah pergi dan buru-buru Yoon Kyung membawakan tas itu.
Yoon Kyung berkata,âbiar kubawakan, guru!
Da Ran tersenyum sekilas
Yoon Kyung bertanya,âKau sudah selesai bekerja?
Da Ran menjawab,âsudah ku bilang aku pulang cepat hari ini.
Yoon Kyung bertanya,âwakil kepala sekolah mencari-cari kesalahanmu lagi. Apa yang harus kita lakukan? Bagaimana kalau kau dipecat?
Da Ran menyindir,âseperti kata orang, aku akan segera menjadi istri seorang dokter, kenapa aku khawatir?
Yoon Kyung bertanya,âseorang guru tidak boleh marah karena perkataan anak kecil, kan? Kalau kau mencontoh seorang anak, maka kau bukanlah seorang guru. Hanya seorang anak kecil, kan?
Da Ran balik tanya,âjika situasiya tidak menguntungkan bagimu kau adalah anak kecil? Tapi jika situasinya menguntungkan bagimu kau adalah orang dewasa.
Yoon Kyung menjawab,âkarena itulah aku seorang anak kecil. Jika aku konsisten makan aku bukan anak kecil, tapi orang dewasa.
Da Ran berkata,âkau pintar sekali! Kau benar-benar tahu bagaimana berbicara.
Yoon Kyung tersenyum lebar dan berkata,âsaat aku dewasa, aku ingin menjadi tipe orang yang disukai Guru Gil Da Ran.
Da Ran tertawa mendengar kata-katanya. Da Ran berjalan dan diikuti Yoon Kyung yang tersenyum dan merayu. (Hahahhaaa..)
Yoon Kyung berkata,âteacher Gil, kotak makan siangnya lezat sekali. Aku menghabiskan semuanya. Kimchinya pedas sekali, tapi aku juga menghabiskannya semua. Techer Gil benar-benar benar-benar mengagumkan! Kau bisa melakukan segalanya, kau juga pandai memasak.
Da Ran tak berhenti-hentinya tersenyum mendengar rayuan Yoon Kyung.
Guru Na selesai membersihkannya. Lalu ada sms masuk ternyata dari Da Ran.
Guru Na selesai membersihkannya. Lalu ada sms masuk ternyata dari Da Ran.
Sms Da Ran : aku takut akan mengganggumu, jadi aku pergi duluan. Terima kasih!
Guru Na lemas membacanya.
Yoon Kyung ada di rumah sakit untuk mengajukan surat cuti ditemani Da Ran. Dia memberikan hasil pemeriksaannya ! pada petu! gas.
Yoon Kyung berkata,âefek dari kecelakaan mobil sangat serius. Aku perlu beristirahat untuk sementara waktu.
Da Ran mengangguk-anggukan kepala.
Yoon Kyung berkata sambil menatap Da Ran sekilas,âaku juga akan segera menikah. Jadi, aku ingin mengambil cuti menikah bersamaan dengan ini.
Petugas balik tanya,âlalu bagaimana dengan acara amal anak-anak itu?
Yoon Kyung dan Da Ran bingung. Mereka lalu menoleh dan memiringkan kepala meelihat selebaran yang ditempel di dinding. Foto Yoon Jae menggendong anak penderita kanker.
Yoon Kyung dan Da Ran bingung. Mereka lalu menoleh dan memiringkan kepala meelihat selebaran yang ditempel di dinding. Foto Yoon Jae menggendong anak penderita kanker.
Yoon Kyung ingat,âah, aku masih harus melakukan acara itu.
Petugas bertanya lagi,âkalau begitu Anda akan datang, kan?
Yoon Kyung menjawab kikuk,âiya, aku akan kembali untuk itu.
Yoon Kyung dan Da Ran saling tatap.
Yoon Kyung bertanya,âamal apa?
Da Ran menjawab,âaku tahu Yoon Jae menolong anak yang suka sakit. Tapi aku sama sekali tidak tahu soal acara itu.
Yoon Kyung bertanya,âsebenarnya apa yang kau tahu soal dia? Kau pikir ini lebih menyenangkan untuk mencari tahu mengenai seseorang secara perlahan-lahan dan bertahap, bukan?
Da Ran mendesah dan berharap,âhuhhh! Dia akan kembali sebelum itu.
Yoon Kyung juga berharap,âku harap juga begitu. Aku harus segera ikut ujian akhir.
Woo Jin memanggil,âSeo Yoon Jae.
Da Ran dan ! Yoon Kyun! g terkejut. Se Young tersenyum melihat Yoon Kyung.
Woo Jin bertanya,âaku dengar dari Kepala Departemen, kau mengambil cuti? Kau benar-benar merasa tidak sehat?
Yoon Kyung menjawab,âaku hanya perlu istirahat sementara waktu.
Se Young menambahkan,â Yoon Jae, kau baik-baik saja, Kan?
Yoon Kyung terdiam.
Da Ran yang menjawab,ânona Se Young, kau pasti sudah lelah karena dia kemaren, bukan? Jika dia benar-benar mabuk seharusnya menghubungiku saja.
Yoon Kyung hanya menatap Da Ran.
Se Young salah tingkah dan berkata,âiya, kau benar!
Woo Jin balik tanya,âkalian berdua minum-minum kemaren? Ajak aku juga!
Se Young merasa tak enak.
Woo Jin bertanya,âbagaimana kalau hari ini?
Da Ran menolak,âkita pergi lain kali saja.
Yoon Kyung lagi-lagi diam dan menatap Da Ran.
Woo Jin bertanya,âkalian berdua bertemu saat pernikahanku, kan? Harusnya kau mentraktirku sebelum kau menikah.
Woo Jin berjalan mendekati Yo! on Kyung ! yang terdiam.
Woo Jin memeluk lengan Yoon Kyung dan bertanya,âmau pergi ke mana kita? Mau pergi ke mana kita?
Da Ran tidak enak.
Da Ran bertanya,âMin Ji baik-baik saja, kan? Anaknya akan segera lahir kan,?
Woo Jin, yang tak lain suami Min Ji menjawab,âiya, dia sudah hamil saat pesta pernikahan itu. Dia hampir mati ketakutan karena kau, kecelakaan besar hampir terjadi.
Da Ran malu,âmaafkan aku.
Se Young minum dan bertanya,âsekarang coba katakan, kalian berdua bertemu karena kecelakaan itu, kan? Kau terluka gara-gara Min Ji.
Da Ran merasa tak enak. Yoon Kyung cuma diam saja.
Woo Jin menambahkan,âbenar, kami memanggil ambulan s! aat pesta! pernikahan.
Se Young tersenyum dan bertanya lagi,âlalu, kesan pertama Yoon Jae atas Nona Da Ran, adalah saat dia jatuh dari anak tangga. Jadi, itu jelas bukanlah cinta pada pandangan pertama untuk kalian berdua.
Da Ran menunduk malu,âkau benar.
Yoon Kyung melihat Da Ran menunduk malu
Yoon Kyung berkata,âtidak, itu adalah cinta pada pandangan pertama.
Senyum Se Young menghilang.
Da Ran menoleh dan menatap Yoon Kyung.
Yoon Kyung melanjutkan,âDa Ran kami tampak begitu manis saat dia pingsan. Dia juga terlihat begitu menawan. Aku benar-benar jatuh cinta dengannya saat pandangan pertama.
Woo Jin yang mendengarnya lalu memukul Yoon Kyung,âbukan i! tu. Aku t! ahu segalanya. Bukankah kau berbohong pada nona Da Ran selama ini?
Woo Jin yang mendengarnya lalu memukul Yoon Kyung,âbukan i! tu. Aku t! ahu segalanya. Bukankah kau berbohong pada nona Da Ran selama ini?
Da Ran terkejut dan bertanya,âbohong padaku?
Se Young penasaran,âbohong apa?
Yoon Kyung menatap tajam pada Se Young.
Woo Jin menjelaskan,âsaat Yoon Jae pertama kalinya melihatmu bukanlah saat kau terjatuh dari anak tangga.
Da Ran menatapnya.
Woo Jin melanjutkan,âdia bilang kalau pertama kalinya dia melihtamu⦠adalah saat kau lari ke arah Yoon Jae, saat membawa buket.
Flash back
Saat Da Ran masuk ke dalam life, dia hampir menabrak Yoon Jae. Da Ran lalu mengangkat tangannya yang memegang buket.
Da Ran meminta tolong sama orang di sebelahnya,âbisakah kau membantuku menekankan tombol lantai 4?
Da Ran lalu menurunkan kaosnya yang tak sengaja terangkat. Melihat Da Ran yang capek, Yoon Jae mengangkat tangannya dan ikut menyangga buket itu.
Di lantai dasar, Yoon Jae sedang mengobrol dengan Woo Jin, si pengantin pria sekaligus teman dokternya.
Woo Jin berkata,âteman istriku juga seorang guru. Ingin aku memperkenalkannya padamu?
Yoon Jae diam.
Woo Jin menambahkan,âguru juga cukup baik.
Lalu ada seseorang yang memanggil Wo Jin,âhey!
Woo Jin menyapanya,âoh, kau datang!
Mereka berdua pergi dan meninggalkan Yoon Jae sendirian.
Yoon Jae lalu melihat Da Ran memukul-mukulkan dahinya ke tembok berkali-kali. Yoon Jae sangat khawatir melihatnya.
Da Ran mengomel,âah, memalukan sekali!
Yoon Jae mencoba memukul tembok dan dia kesakitan.
Yoon Jae lalu mengikuti Da Ran yang berlari ke meja pihak pengantin wanita dan mengisi uang di dalamnya. Yoon Jae tersenyum melihatnya. Yoon Jae lalu melihat Da Ran menuliskan nama di amplop itu dan mencoba melihat nama yang ditulis Da Ran.
Da Ran berkata pada petugasnya,âtolong beri aku kupon makan!
Ternyata Yoon Jae ikut makan satu meja dengan Da Ran. Bahkan disampingnya, tapi Da Ran tak memperhatikannya. Dia asyik makan sambiul menunduk dan mengomel.
Da Ran mengomel,âaku memberi 30 ribu won, tapi mereka tidak menghidangkan sup iga. Hambar sekali.
Yoon Jae menambahkan sesuatu di makanannya, sambil curi-curi pandang ke arah Da Ran. Yoon Jae memandangnya dan mendengar kalau rasanya hambar, Yoon Jae menggeser garam ke arah Da Ran, dan langsung disaut saja oleh Da Ran tanpa memperhatikan siapa yang memberikannya. Da Ran langsung memasukkannya ke dalam mangkok supnya. (Hahahaaaâ¦)
Da Ran sambil makan berkata,âaku harus lulus ujian guru kali ini, kemudian bekerja di sebuah sekolah unggulan. Tunjukkan pada mereka biar semuanya terdiam.
Yoon Jae terdiam dan hanya memandangnya. Dia bahkan tersenyum mendengarnya.
Da Ran berkata,âlumayan enak!
Yoon Jae lebih tertawa lebar mendengarnya.








































0 Response to "SINOPSIS BIG EPISODE 3 (Part 4)"
Posting Komentar