Sinopsis Godâs Gift â" 14 Days Episdoe 1 Part 1. Maaf kalau sinopsis untuk drama ini jadi lama keluar, karena senin sampai rabu aku benar2 sibuk, dan hari kamis aku baru mulai bisa nulis sinopsis, dimulai dari sinopsis Golden Rainbow dan sekarang aku harus cepat merampungkan sinopsis untuk drama yang berjudul Godâs Gift â" 14 Days ini, karena besok aku harus mulai berkutat dengan sinopsis emergency couple. Repot yak? Tapi ada kepuasan tersendiri disaat aku sudah menyelesaikan sinopsis tiap episode-nya.
Godâs Gift â" 14 Days ini adalah drama baru yang baru tayang minggu ini. Dan untuk sinopsisnya saya akan menulisnya bersama mbak ayu dan untuk episode perdana saya yang mendapat bagiannya. Oke kita mulai aja yah sinopsisnya.
Sinopsis Godâs Gift â" 14 Days Episdoe 1 Part 1 !!!!
Drama ini diawali dengan suara Soo Hyun yang membacakan sebuah cerita tentang seorang ibu yang rela mengorbankan dirinya untuk menemui anaknya yang diambil oleh malaikat maut. Saat sang ibu tertidur, tiba2 Malaikat Maut da! tang dan mengambil anaknya. Sang ibu pun panik dan langsung mencari anaknya di tengah gelapnya malam. Dia bertemu dengan dewi malam, sang dewi malam berkata kalau si ibu ingin menemui anaknya, si ibu harus memberikan rambut indahnya pada dewi malam. Tentu saja sang ibu dengan ikhlas memberikannya.
Setelah itu sang ibu melanjutkan perjalanannya, di tengah jalan dia dihalangi tumbuhan berduri. Tumbuhan berduri itu berkata kalau sang ibu ingin menemui anaknya, maka sang ibu harus menghangatkan tumbuhan duri itu dengan tubuhnya. Tanpa pikir panjang sang ibu memeluk tumbuhan berduri itu hingga tubuhnya penuh dengan luka.
Tak lama kemudian dia melihat malaikat maut bersama dengan anaknya. Namun sebuah danau menghalangi sang ibu untuk menjangkau malaikat maut dan anaknya. Tiba2 danau itu bersuara, âApakah kau ingin menemui anakmu? Berikan aku matamu yang bersih dan teduh itu. maka aku akan membiarkanmu menyebrangi danau ini.â
Tanpa ragu sang ibu mencongkel matanya dengan tangan dan melemparkannya ke dalam danau. Saet Byeol bertanya apa sang ibu bisa me! nemukan a! naknya? Apa anaknya masih hidup?
Pertanyaan Saet Byeol tak terjawab karena kita sudah dialihkan pada seorang nelayan yang sedang mencari ikan. Namun kail pancing milik nelayan bukannya mengkail ikan tapi mengkail sebuah sepatu merah yang tenggelam di danau. Si nelayan kecewa karena dia tidak dapat ikan, tapi rasa kecewanya langsung hilang saat dia melihat mayat terapung di danau. Disamping mayat terlihat ada ikan rambut beruang. (iiiih... seremnya kalau bener2 ngalami kayak gitu... nauzubilahiminzalik)
Penemuan mayat itu langsung masuk berita dan pembawa acara mengatakan kalau polisi menghubungkan penemuan mayat itu dengan kasus penculikan yang terjadi seminggu yang lalu.
Kita dialihkan pada Soo Hyun yang sedang mengkuncir rambut anaknya Saet Byeol. Mereka sedang menonton berita tentang seorang! anak hil! ang yang ditemukan tewas di hutan.
(Anak yang ditemukan di hutan mempunyai sepatu yang berbeda dengan sepatu milik anak yang ditemukan di danau. Jadi bisa disimpulkan kalau penemuan mayat anak ini adalah kasus yang berbeda dengan penemuan anak yang diawal tadi.)
Ternyata bukan hanya Soo Hyun dan Saet Byeol yang menonton berita, ada Han Ji Hoon juga ada disamping mereka. Dia bertanya pada istrinya, âsayang, bukankah kau mengatakan kalau topik minggu ini adalah kasus itu?â
Soo Hyun hanya menjawab dengan anggukan. Ji Hoon bertanya lagi, âditayangkan pada hari ini kan?â bukannya menjawab Soo Hyun masih fokus pada berita, sehingga Ji Hoon meneruskan kata2, dia meminta istrinya itu untuk menangkap sipelaku.
Masih tetap fokus pada berita, Soo Hyun menjawab kalau dia bukan seorang detektif, menangkap penjahat adalah tugas polisi. Soo Hyun teringat kalau suaminya itu harus pergi pagi untuk siaran debat, âapakah kau yakin akan memenangkan debat pada hari ini?â
âTidak ada menang atau kalah. Akunhanya mengeluarkan pikiran dan pendapatku.â Jawab Ji Hoon.
âBaik2lah dengannya, dia adalah kandidat presiden.â Pesan Soo Hyun yang kemudian beralih pada Saet Byul. Dia juga berpesan pada Saet Byeol untuk tidak ikut dengan orang asing terutama pada laki-laki.
âTermasuk ayah?â tanya Saet Byeol dengan senyum.
âBukan ayah!â jawab Ji Hoon sambil datang menghampiri putri kesayangannya itu dan langsung menciumnya.
Soo Hyun kesal karena Saet Byeol malah bercanda. Dia menguncir rambut Saet Byeol dengan ikat rambut yang sama dengan ikat rambut yang ditemukan dia samping mayat di danau. (euuum.... mayat itu adalah Saet Byeol kah? Masih tanda tanya besar)
Soo Hyun mengantarkan Saet Byeol sekolah. Sebelum Saet Byoel masuk ke sekolah, Soo Hyun berpesan padanya untuk bersikap baik pada temannya dan dengarkan apa kata gurunya.
âJika kau menyebabkan masalah lagi seperti saat kau membiarkan kelinci keluar dari kandangnya, ibu akan sangat marah, mengerti?â
âAku hanya..... aku merasa kasihan pada kelinci2 itu.â jawab Saet Byeol polos.
Sambil merapikan pakaian anaknya, Soo Hyul berkata kalau setelah pulang sekolah pengasuh Saet Byeol akan datang menjemputnya untuk les bahasa Inggris. âJika kau pergi ke tempat lain, kau akan berada dalam masalah besar.â Ancam Soo Hyun, dia juga menambahkan kalau Saet Byeol harus lolos dari peringkat terakhir pada tes bahasa inggrisnya. Dengan ekspresi malas, Saet byeol mengiyakan pesan ibunya itu. sebelum pergi Soo Hyun mencium Saet Byeol.
Soo Hyun adalah seorang penulis berita, dan kali ini program beritanya mengenai penculikan dan pembunuhan anak. Seperti berita yang dia tonton dirumah. Soo Hyun yang sedang berada dibelakang layar melihat monitor lain yang menampilkan acara dimana ada suaminya disana. Dalam acara tersebut, suaminya yang berprofesi sebagai pengacara diikutsertakan dalam debat publik dengan calon presiden untuk membahas hukuman mati untuk pelaku pembunuhan.
Dan untuk hukuman mati tersebut, Ji Hoon terang2an menolaknya, dia merasa hukuman itu tidak pantas diberikan. Capres Kim Nam Joon mengatakan kalau jumlah korban yang terkait dengan pelaku saat ini dalam tahanan adalah 200. Lebih dari 80 % dari korban tersebut adalah anak2 dan wanita. Capres Nam Joon bertanya apa Ji Hoon tidak memperdulikan hak2 mereka, âdan selama 15 tahun terakhir, anggaran tahunan yang digunakan untuk menjaga 60 pelanggar hukuman mati adalah 13.200.000 KW dan itu adalah 220.000 KW per pelaku. Bagaimana dengan halk2 dari keluarga yang terbebani, mempertahankan kehidupan para pembunuh yang telah mengambil orang yang mereka cintai?â
âSaya pikir anda salah pengertian akan sesuatu. Ini adalah tempat untuk debat mengenai penegakan hukuman mati, bukan tempat untuk meributkan hal mengenai keluarga korban.â Jawab Jin Hoon.
âApa anda berbicara untuk hak2 pelaku? Wajar saja jika saya membicarakan mengenai hak2 dari korban dan keluarganya.â Jawab Capres Nam Joon.
Jin Hoon lalu bertanya tentang bagaimana hak seseorang yang memutuskan untuk memberikan hukuman mati? âRasa sakit pada mental dan psikologinya melanggar hak2 dari para pejabat ini. Kalau begitu, apa yang anda rencanakan untuk dilakukan tentang pihak ketiga yang hak2nya dilanggat dengan alasan menegakkan hukuman mati?â
Tanpa Ji Hoo sadari, kalau ada seorang perempuan yang! terus me! mperhatikannya setiap dia berbicara.
Soo Hyun mendapat telepon yang memberikan informasi tentang si penjahat, diapun langsung menghubungi kepolisian dan melaporkan semuanya.
Soo Hyun dan Ji Hoon sama2 selesai dengan acara mereka. Ji Hoon mengatakan kalau untuk debat kali ini, dia kalah. Soo Hyun mengingatkan kembali apa yang sudah Ji Hoon katakan sebelumnya kalau debat itu bukanlah tenyang menang dan kalah tapi tempat dia mengungkapkan pikiran dan pendapatnya. Jin Hoon mengajak Soo Hyun makan malam bersama sebelum pulang. Tapi Soo Hyun menolak dan mengajak Ji Hoon makan dirumah saja karena mereka harus cepat pulang dan memarahi Saet Byeol karena Saet Byeol gagal dalam tes tingkatnya, Saet Byeol mendapat posisi terakhir lagi.
âJangan terlalu berlebihan. Saet Byeol baru berusian 8 tahun....â ! belum sem! pat Ji Hoon menyelesaikan kata2 tiba2 dia dilempar sesuatu oleh seorang ahjumma. Dia adalah ahjumma yang terlihat tidak senang dengan kata2 Ji Hoon saat acara debat.
Ahjumma itu terlihat sangat marah pada Ji Hoon, selain melempari Ji Hoon, Ahjumma itu juga mencengkram kerah baju Ji Hoon, âApa yang kau katakan? Menghargai setiap kehidupan? Jika anakmu adalah korban, apakah menurutmu kau akan bisa mengatakan itu?â teriak ahjumma itu.
Soo Hyun berusaha melepaskan cengkaraman wanita itu dari suaminya, tapi dia malah di dorong oleh wanita itu sampai terjatuh.
âPenjahat2 itu, mereka harus dibunuh dan dirobek2 menjadi potongan! Anakku meninggal, kenapa penjahat itu masih hidup?â teriak wanita itu dan terduduk lemas. Ji Hoon hanya bisa terdiam, d! ia menyad! ari kalau apa yang dia katakan dalam debat memang salah. Suami si ahjumma datang dan membawa istrinya itu pergi karena tak ada gunanya istrinya marah2 seperti itu, krn anak mereka gak akan kembali juga.
Soo Hyun membantu Ji Hoon membersihkan bekas tomat di wajahnya, Ji Hoon masih tetap terdiam, pandangannya masih tertuju pada ahjumma itu yang masih menangis.
Keesokanharinya, Soo Hyun sedang menikmati segelas kopi sambil melihat partisipan Capres Kim Nam Joon sedang berkampanye. Rekan kerja soo Hyun datang dan membahas apa yang terjadi kemarin. Dia mengatakan pada Soo Hyun kalau pembnuh siswi kelas 6 itu sudah tertangkap selama acara Soo Hyun berlangsung. Tapi kebalikan dari suksesnya acara Soo Hyun, Ji Hoon kalah debat. Bahkan setelah acara itu , semua meja terbalik. Efek dari perdebatan itu, hukuman mati jadi pembicaraan hangat untuk pemilihan presiden. Rekan kerja Soo Hyun pun mendapat ide kalau topik pertama dia adalah hukuman mati. Diapun mengajak Soo Hyun untuk menemui pelaku hukuman mati dan melakukan wawancara dengannya.
Soo Hyun pun ikut dengan rekan kerjanya itu ke penjara untuk menemui si pelaku. Dalam perjalanan rekan kerja Soo Hyun mengatakan kalau si pelaku adalah seorang preman yang dengan keja! m sudah m! embunuh wanita. Saat melihat data2 sipelaku, Soo Hyun tau kalau itu adalah pelaku yang kabarnya tidak normal. Rekan kerja Soo Hyun membenarkan dan mengatakan kalau si pelaku mungkin bertindak bodoh untuk mencegah hukuman.
Ternyata ibu sipelaku berusaha meminta pembebasan bersyarat untuk sipelaku, tapi pihak kepolisian membatalkannya. Soo Hyun melihat foto2 penangkapan si pelaku. Diapun diam2 memasukkan satu foto dimana si ibu korban sedang menangis.
Rekan kerja Soo hyun menambahkan kalau satu2nya saksi dalam kasus itu adalah adik si pelaku itu sendiri. Mendengar itu tentu saja Soo Hyun terkejut.
Adik sipelaku itu bernama Dong Chang yang sekarang sudah berada di depan perumahan elit. Setelah membuang alamat rumah yang ingin dia datangi, Dong Chang mengajak kedua temannya untuk ikut masuk kedalam. Untuk mengelabuhi penjaga, Dong Chang menyuruh Jenny untuk mengalihkan perhatian penjaga dengan gaya seksinya.
Pengasuh Saet Nyeol mengantarkan Saet Byeol sampai ke depan rumah, karena pengasuh Saet Byeol ada urusan lain, jadi dia harus pergi dan membiarkan Saet Byeol masuk rumah sendiri. Sebelum Saet Byeol masuk rumah, Pengasuh Saet Byeol berpesan pada Saet Byeol untuk tidak memberitahukannya pada Soo Hyun, karena dia hanya akan pergi selama satu jam.
Di dalam rumah, Jenny dan Byeong Tae sedang bersenang2. Mereka mendengarkan musik sambil minum2. Tentu saja Saet Byeol terkejut melihat orang asing di dalam rumahnya. Tak lama kemudian Dong Chang muncul dari balik pintu dan bertanya, âSiapa kau?â tentu saja Saet Byeol ketakutan, apalagi wajah Dong Chan menyeramkan.
Soo Hyun dan rekan kerjanya sudah sampai di penjaran dan bertemu dengan sipelaku. Pelaku itu bernama Dong Ho. Dilihat dari orangnya sepertinya Dong Ho memang tidak normal. Dong Ho mengaku kalau dia merindukan anaknya. Soo Hyun lalu menunjukkan foto yang dia simpan sebelumnya.
âOrang ini juga punya seorang anak. Dia juga merindukan anaknya. Tapi dia tak pernah bisa melihat anaknya lagi. karena anda sudah membunuh putrinya.â
Mendengar ! itu mata ! Dong Ho terlihat kebingungan. Rekan kerja Soo Hyun bertanya kapan Soo Hyun mengambil foto itu. Polisi yang berjaga disana langsung mengambi foto itu dan berkata kalau Soo Hyun tidak boleh menunjukkan foto keluarga korban.
âDengan cara inilah kita akan tahu, apakah para penjahat benar2 bertobat.â Soo Hyun berhenti sejenak karena dia sadar, Dong Ho sedang memperhatikan kakinya. Soo Hyun merubah posisi kakinya dan melanjutkan kata-2nya. âAtau mereka hanya berpura2. Kita punya hak untuk memberitahu orang2 kebenarannya. Dan itulah sebebanya kita membuat film dokumenter.â
Dong Ho yang terus memperhatikan kaki Soo Hyun tiba2 mengamuk dan ingin meraih Soo Hyun. Tentu saja itu membuat Soo Hyun shock. Untung saja ada rekan kerja Soo Hyun dan polis! i yang me! nahan Dong Ho.
Soo Hyun keluar dari kantor polisi bersama rekan kerjanya. Polisi yang berjaga tadi meminta maaf pada Soo Hyun atas apa yang terjadi. Soo Hyun tidak mempermasalahkannya karena dia juga salah sudah menunjukkan foto keluarga korban pada Dong Ho.
Saat Soo Hyun akan pergi, polisi itu melihat ibu Dong Ho datang. Diapun memberitahu Soo Hyun kalau wanita itu adalah ibu Dong Ho, sebut saja namanya Nyonya Lee. Nyonya Lee selalu mengunjungi Dong Ho setiap hari selama 10 tahun.
Melihat Nyonya Lee, Soo Hyun bergumam kalau hidup Nyonya Lee sangat menyedihkan, âSalah satu anaknya sudah melakukan pembunuhan dan anak yang lain menyaksikan pembunuhan itu.â
Soo Hyun mendapat telepon dari rumah, saat mendengar suara laki2 yang tidak dia kenal, dia mengatakan pada si penelpon kalau orang itu pasti sudah salah nomor. Tapi dia melihat lagi ke ponselnya dan diponselnya benar2 tertulis nama ârumahâ untuk nomor yang menelponnya.
âSiapa ini?â tanya Soo Hyun yang menyadari kalau orang itu benar2 menelpon dari rumahnya.
! âAh, ke! napa begitu sulit bicara denganmu? Kupikir kau sudah terbang keluar negeri tanpa anakmu.â Ucap Dong Chan.
âSiapa kau?â
âKau benar2 tidak tahu? Cepat datang dengan uang tunai. Aku yakin kau tahu, tapi kau tahu apa yang terjadi jika kau menghubungi polisi kan? Cepat datang. Anakmu sedang menunggu ibunya.â Ucap Dong Chan dan langsung menutup teleponnya.
Soo Hyun panik, dia berniat menghubungi polisi tapi dia mengurungkannya, karena dia khawatir pada Saet Byeol. Tak punya pilihan lain, Soo Hyun langsung masuk ke dalam mobilnya dan pulang.
Di rumah Saet Byeol bukannya sedang disandera oleh Dong Chan, dia malah sedang bersenang2 dengan Dong Chan. Mereka bernyanyi bersama menyanyikan lagu dari band kesukaan Saet Byeol yaitu SNAKE. Bahkan Dong Chan didandani mirip vokalis SNAKE.
Soo Hyun sampai di rumah dan terkejut melihat semuanya. Byeong Tae yang melihat kedatangan Soo Hyun langsung mematikan televisi. Saet Byeol pun berkata pada ibunya, kalau ibunya punya hitang maka ibunya harus mengembalikannya.
Bukannya membayar hutang seperti yang ditagih Dong Chan dan kawan2. Soo Hyun malah menyeret mereka ke penjara. Dong Chan meminta Soo Hyun melepaskan dia dan teman2.nya karena dia tidak tahu kalau orang yang ingin dia tagih sudah pindah rumah. Tapi karena apa yang dilakukan Dong Chan sudah membuat Soo Hyun kesal, jadi dia tak mau mel! epaskan D! ong Chan begitu saja. Dia meminta detektif Na untuk mengurusnya sesuai hukum. Detektif Na yang sepertiinya sudah mengenal Dong Chan berusaha membujuk Soo Hyun untuk tidak menuntut Dong Chan. Tapi Soo Hyun tidak mau karena Dong Chan sudah membuatnya cemas.
âAnakku dirumah sendirian. Dia pasti sangat terkejut!â
âAku tidak terkejut sama sekali!â jawab Saet Byeol polos.
âSaet Byeol, diamlah.â
âAhjussi bukan pria jahat. Dia hanya bermain denganku. Lepaskan saja dia.â Pinta Saet Byeol. Namun sayangnya Soo Hyun masih tetap kekeuh dengan pendiriannya, dia tidak mau melepaskan Dong Chan.

Soo Hyun menarik Saet Byeol keluar. Sambil menahan tarikan ibunya, Saet Byeol berkata, âAhjussi.. tunggu saja.. aku akan menyelamatkanmu!â tentu saja Dong Chan senang mendengarnya dan berharap saet Byeol bisa membantunya.
Didepan gerbang perumahan elit, penjaga mendorong seorang anak laki2 yang sepertinya dia sedikit keterbelakang. Anak laki2 itu bernama Young Gyu dan dia adalah anak dari Dong Ho. Tepat disaat itu, Soo Hyun datang dan bertanya apa yang terjadi. Penjaga menjawab kalau dia mendapat keluhan dari seorang penghuni yang tidak nyaman melihat Young Gyu berada di depan gerbang karena itu dia sedang berusaha mengusir Young Gyu.
Soo Hyun berkata kalau penjaga tidak punya hak mengusir Young Gyu karena Young Gyu hanya duduk didepan gerbang dan tidak masuk ke perumahan. Penjaga menjawab kalau dia hanya melakukan perintah dari penghuni yang merasa tidak nyaman. Soo Hyun pun tak berkata, kalaupun penjaga ingin mengusir Young Gyu, maka penjaga harus melakukannya dengan baik2 bukan dengan cara kasar.
Dari dalam mobil, Saet Byeol melihat kaos kaki Young Gyu yang bolong. Sebelum masuk gerbang, Soo Hyun berpesan pada Young Gyu untuk segera pulang karena udara diluar dingin.
Dong Chan terus saja mengeluh dan berkoar2 karena dia dipenjara. Detektif Na menghampirinya dan menyuruhnya diam. Dong Chan berkata kalau apa yang terjadi padanya tidak adil karena Saet Byeol menyukai dirinya bahkan Saet Byeol membuatnya mirip seperti vokalis SNAKE. Selain itu Dong Chan juga sudah membuatkan Saet Byeol ramen dan memesankan pizza yang dia inginkan.
Detektif Na menjawab kalau ibu Saet Byeo tidak pernah membolehkan Saet Byeol makan mie instan dan pizza karena tidak bagus untuk Saet Byeol. Dong Chan berkata kalau Soo Hyun adalah wanita yang aneh. !
















































0 Response to "Sinopsis Godâs Gift â 14 Days Episdoe 1 Part 1"
Posting Komentar