Sinopsis Pinocchio episode 6 Part 1. Pada episode sebelumnya diceritakan kalau Dal Po sudah mengaku tentang siapa dia yang sebenarnya pada Gyo Dong. Dan disisi lain, kita melihat Jae Myung melakukan kejahatan karena ingin membalaskan dendamnya atas kematian ayahnya yang tidak adil. Jae Myung sudah membunuh dua teman Duk Soo dan kemudian mengurung Duk Soo di sebuah lubang dan menutup lubang itu rapat-rapat. Jae Myung ingin Duk Soo merasakan apa yang ayahnya rasakan, mati dengan anggapan salah dari semua orang. Apa yang akan terjadi setelah ini? Apakah Jae Myung ketahuan sudah membunuh? dan apakah Gyo Dong membiarkan Dal Po menjadi reporter, setelah mengetahui semuanya?Yuk kita lanjut lagi sinopsisnya.
Sinopsis Pinocchio episode 6 Part 1
Episode 6 ini diawali dengan seorang reporter yang datang ke kantor polisi dengan membawa begitu banyak barang. Dia kemudian memperkenalkan dirinya pada sekelompok orang yang sepertinya mereka adalah reporter juga.
âAnyeonghasimika... Namaku Kang Seo Hak dari ANT!â ucap Seo Hak dengan begitu semangat. Tak ada satupun reporter yang menyambur perkenalan Seo Hak,karena mereka sudah terlihat kelelahan menunggu dikantor polisi sampai ada berita yang bisa mereka tulis. Seseorag dari mereka beranjak dan menghampiri Seo Hak.
âMawari, hari ini adalah tugas pertamamu kan?â tanya orang itu pada Seok Hak.
*Mawari adalah reporter baru yang biasanya di tugaskan di kantor polisi.
[ 3 hari kemudian]
Dal Po datang ke kantor polisi dan menghampiri rombongan reporter. Sama seperti Mawari sebelumnya, Dal Po memperkenalkan dirinya dengan semangat pada mereka semua. Namun mereka semua hanya memandang Dal Po dengan tatapan kasihan, Ya... karena Dal Po juga tidak lama lagi pasti akan berpenampilan seperti mereka, seperti zombie. Bahkan reporter yang baru datang 3 hari yang lalu juga sudah berpenampilan seperti zombie.
Seo Hak menghampiri Dal Po dan berkata, âMawari, hari ini adalah tugas pertamamu kan?â. Seo Hak berucap seperti ucapan reporter yang sebelumnya juga menghampirinya.
âMereka terlihat seperti zombie. Zombie yang bergadang seharian. Dan sebentar lagi.... aku juga akan m! enjadi zo! mbie seperti mereka.â ucap Dal Po dalam hati.
[Episode 6 â" Gelandangan 15 tahun]
~ 6 Jam yang lalu~
Dal Pyeong sedang memotongi kuku dan kukunya mengenai teman kerjanya. Teman kerja Dal Pyeong kesal dan menyebut Dal Pyoeng jorok, bahkan dia berkata kalau orang gila sajalah yang memotong kuku di tempat kerja. Tak mau kalah, Dal Pyeong pun menjawab kalau nonton TV di tempat kerja juga tidak boleh, jadi dia menyurun rekan kerjanya itu untuk mematikan TV.
Tepat disaat itu, video In Ha ditayangkan di TV. Tentu saja melihat In Ha di TV sebagai reporter langsung membuat Dal Pyeong terkejut, karena In Ha tidak mengatakan apapun padanya. Saking shocknya, dia bahkan tidak menghiraukan ucapan temannya yang berkata kalau dia tidak percaya Dal Pyeong punya putri yang cantik, sedangkan Dal pyeong adalah pria yang jorok.
Tak lama kemudian, Cha Ok datang untukk menemui Dal Pyeog. Melihat Cha Ok dan mengetahui kalau Cha Ok adalah mantan istri Dal Pyeong, membuat teman Dal Pyeong benar2 terkejut. Karena Cha Ok berkata ingin bicara berdua dengan Dal Pyeong, jadi Dal Pyeong pun meminta temannya keluar sebentar dan meninggalkan mereka berdua. Teman Dal Pyeong tentu saja langsung melakukannya, sambil pergi dia terus berkata kalau akhirnya dia bisa memecahkan misteri kenapa Dal Pyoeng bisa punya putri cantik, semua itu karena ibunya adalah Sung Cha Ok.
Cha Ok menemui Dal Pyeong untuk membicarakan tentang In Ha. Selagi mereka berbicara, kita dialihkan sejenak pada Young Tak yang sedang menyampaikan sebuah berita tentang kebakaran 26 hari yang lalu, dimana di dalam tubuh korban terdeteksi bahan kimia berancun. Young Tak menambahkan kalau polisi sekarang sedang memperluas penyelidikan, karena polisi menduga kalau luka bakar! korban t! idak terlalu serius dan yang membuat korban tewas adalah bahan kimia beracun yang diketahui setelah mayat diotopsi.
Jae Myung melihat berita itu, dimana disiarkan kalau yang diduga menjadi tersangka pembunuh korban adalah Moon Duk Soo. Ternyata apa yang di rencanakan Jae Myung benar2 terjadi. Hanya dia yang tahu, kalau dia yang membunuh kedua teman Duk Soo dan yang sudah mengurung Duk Soo disebuah lubang. Tangan Jae Myung bergetar saat mengingat apa yang sudah dia lakukan, dia pun berusaha menangkan dirinya dengan menggenggam tangannya.
Ahjussi teman Jae Myung langsung mematikan televisi-nya karena dia tidak suka menonton beritanya. Dia berkomentar kalau si pembunuh sangat kejam, karena dia tega membunuh temannya sendiri karena uang.
âSemoga saja dia ditangkap dan dihukum mati.â Ucap ahjussi. Jae Myung pun hanya mengiyakan apa yang ahjussi katakan.
Ahjussi kemudian memberikan uang yang sudah dia minta dari Dal Po. Dia menyuruh Jae Myung segera mengganti bumper mobilnya.
âKau terlalu baik untuk dunia yang sangat kejam ini.â Ucap ahjussi karena Jae Myung masih berkata kalau dia tak perlu meminta ganti rugi.
âAku tak sebaik itu. tapi apayang dia katakan? Dia tidak protes apapun?â tanya Jae Myung penasaran pada orang yang sudah merusak bumper mobilnya.
âTidak, dia memang sudah lama menunggu teleponmu. Orangnya sopan dan sepertinya punya rasa tanggung jawab.â Ucap Ahjussi yang kemudian berkata kalau Jae Myung mirip dengan orang yang memberinya uang untuk ganti rugi.
âAku?â
âIya, dia punya mata yang tajam dan tinggi. Ya ampun.... kalian memang mirip yah.â Jawab ahjussi dan kitapun diperlihatkan pada Dal Po yang masih dengan teliti menyusun semua kertas yang sudah di hancurkan.
Yoo Rae dan teman-temannya berkumpul sedangkan Dal Po mas! ih sibuk ! dengan kertas-kertasnya. Yoo Rae bertanya2 apa Dal Po akan masuk ke dalam tim Hyun Gyu, karena sepertinya Dal Po sudah ditandai oleh Hyun Gyu.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya untuk menyatukan kertas, Dal Po ikut bergabung dengan teman-temannya dan bertanya âKapten belum datang kan?â
Teman2nya pun menjawab belum. Dal Po lalu berkata kalau dia sudah bekerja 2 hari 2 malam untuk menyelesaikan kertas-kertas itu.
âKau sudah melakukan persiapan untuk tugas pertama? Kau sudah beli salonpas?â tanya Yoo Rae.
âkenapa harus belu salonpas?â tanya Dal Po tak mengerti.
Yoo Rae menjawab kalau salonpas adalah barang yang wajib dibawa saat tugas pertama. Yoo Rae pun memberikan beberapa miliknya pada Dal Po. Pria gendut juga mengelurkan snack miliknya, namun saat akan diberikan pada Dal Po, dia terlihat tak rela dan akhirnya hanya memberi satu coklat untuk Dal Po dan sisanya u! ntuk diri! nya sendiri.
âPonsel adalah sejata utama kita, kau sudah tahu kan? Power bank adalah hal wajib.â Ucap Yoo rae yang kemudian meminjamkan powerbank miliknya. Dan teman-teman yang lain juga memberi semangat pada Dal Po untuk tetap semanngat dan tidak menangis saat menjalani tugas pertamanya nanti.
âTapi, bukannya kalian juga akan bertugas nanti?â tanya Dal Po tak mengerti kenapa teman-temannya begitu baik padanya. Mereka pun hanya diam saat Dal Po bertanya seperti itu. kalian tau? Kenapa teman-teman Dal Po begitu baik padanya? Semua itu karena mereka sudah menebak kalau Dal Po pasti akan masuk tim Hyun Gyu dan merekapun merasa simpati dan kasihan pada Dal Po, jadi mereka memperlakukan Dal Po dengan begitu baik.
Kapten mereka datang,dan yang dipanggil kapten disini ternyata adalah Gyo Dong. Sebelum membacakan tugas-tugas para reporter baru, Gyo Dong melihat sejenak pada Dal Po dan mereka pun saling melihat namun tak berbicara sepatah katapun.
âTepat pukul 11 nanti, kalian akan dit! ugaskan d! isetiap wilayah dan patroli di kantor polisi, stasiun pemadam kebakaran, pengadilan dan Rumah Sakit. Dan laporkan kejadian apapun itu. mengerti?â ucap Gyo Dong dan di jawab iya oleh Dal Po dan kawan-kawan. âKalian tak akan bisa pulang saat tugas ini berlangsung. Jadi, berpakaianlah yang nyaman dan pastikan membawa semua kebutuhan kalian. Termasuk baju, dalaman dan perlengkapan mandi.â Tambahk Gyo Dong yang kemudian membacakan pembagian tugas untuk mereka dan semua reporter magang itupun mulai dag dig dug.
âPertama Cha Ho Chul, wilayah Mapo. Min Hae Young, wilayah Gwanhang. Choi Dal Po, wilayah Sungai Han.â Ucap Gyo Dong dan semua temannya merasa lega karena Dal Po yang akhirnya menjadi tumbal mereka untuk masuk ke dalam tim Hyun Gyu.
âYoon Yoo Rae, wilayah sungai Han juga.â Tambah Gyo Dong.
âKenapa?â tanya Yoo Rae shock dan reflek. Namun saat melihat tatapan Gyo Dong, Yoo Rae lansgung berkata kalau dia kira dalam satu tim hanya ada satu orang saja.
âSiapa yang bilang? Hah!â tanya Gyo Dong dengan nada marah. (euuuum... kalo Gyo Dong marah, jadi inget pas dia di emergency couple. Suka suka suka...)
âItu hanya pendapatku, Pakâ jawab Yoo Rae dan mata berkaca-kaca. Hyun Gyu dan Jae Hwan lewat saat Gyo Dong bertanya apa Yoo Rae tidak menyukai wilayah Sungai Han.
âTida! k sama se! kali. Aku menyukainya Pak.â Jawab Yoo Rae.
Mendengar itu, Hyun Gyu langsung menyuruh Jae Hwan duluan karena dia mau mengerjai Yoo Rae terlebih dahulu. Semua mata langsung tertuju pada Hyun Gyu saat mereka menyadari Hyun Gyu datang.
Hyun Gyu menelpon seseorang dan dengan suara keras berkata kalau ada 2 trainee masuk ke dalam tim-nya. âMereka masiih belum membuatku tertarik, sepertinya pekerjaan ini cocok untukku. Karena secara pribadi, akulah yang akan mengurus mereka.â ucap Hyun Gyu dengan ekspresi sangarnya. Tentu saja Yoo Rae langsung terlihat ketakutan sedangkan Dal Po hanya menghela nafas saja.
âYoon Yoo Rae, apa kau menangis?â tanya Gyo Dong melihat mata Yoo Rae merah. Dan seperti biasa,Yoo Rae selalu menjawab tidak dan beralasan kalau dia hanya menguap.
Saat menunggu lift, Yoo Rae terlihat seperti orang bingung dan terus memencet tombol lift sambil meneteskan air matanya. Melihat itu Dal Po bertanya apa Yoo Rae baik2 saja.
âYa, apa kau bisa mengembalikan salonpas yang kuberikan tadi?âucap Yoo Rae sambil membuka tas-nya. Dal Po pun mengembalikannya dan memasukkannya ke dalam tas Yoo Rae. âPowerbank-nya juga.â Tambah Yoo Rae dan Dal Po juga langsung mengembalikannya.
Tepat disaat itu ponsel Dal Po berdering dan itu adalah telepon dari Hyun Gyu, yang menyuruhnya cepat pulang bukan malah bersantai2 menunggu lift. Dal Po pun memberi isyarat pada Yoo Rae untuk cepat pulang menggunakan tangga darurat. Melihat Dal Po dan Yoo Rae yang berlarian seperti itu, teman-temannya pun merasa simpati dan menyemanngati mereka.
In Ha dan Bum Jo sedang menghadap Il Joo yang sama seperti Hyun Gyu, dia adalah tim wilayah Sungai Han. Gong Joo protes pada Il Joo karena berbicara dengan lembut pada In Ha da Bum Jo. Il Joo hanya tersenyum menanggapi protes Gong Joo yang mengira dia berbicara lembut karena In Ha dan Bum Jo masuk dari jalur koneksi. Masih berbicara dengan lembut Il Joo menyuruh In Ha dan Bum Jo pergi ke kantor polisi tepat pukul 11. Setelah menerima perintah, In Ha dan Bum Jo dengan santai berjalan pulang.
âKalian sedang berjalan ya?â tanya Il Joo.
âApa?â tanya In Ha dan Bum Jo yang langsung berbalik menghadap Il Joo lagi.
âAku hanya khawatir. Kudengar trainee YGN juga memulai tugas pertama mereka hari ini. Jika kalian lambat dan malas begitu... mungkin aku akan berubah menjadi sebuah monster liar. Kalian tak mau kan?â ucap Il Joo sambil menggigit pena.
âApa maksud anda pak?â tanya Bum Jo yang tak mengerti.
âItu artinya, dia meminta kita untuk berlari, bodoh!â ucap In Ha dan langsung menarik Bum Jo pergi. Saat In Ha dan Bum Jo tengah berlari pulang, Il Joo sengaja menelponnya dan berkata kalau In Ha harus mengangkat teleponnya sebelum dering ketiga dan Il Joo tidak perduli apakah In Ha sedang tidur atau BAB, pokoknya telepon Il Joo harus segera diangkat. Sambil terengah2 In Ha menjawab dia mengerti.
âNafasmu terdengar datar. Kalian pasti sedang berjalan kan?â tanya Il Joo dengan sengaja dan membuat Gong Joo terkejut, karena dia baru sadar kalau Il Joo lebih sadis dari dirinya.
âKami sedang berlari. Kami akan berlari lebih cepat lagi.â Jawab In Ha yang masih terus berlari.
âKita akan berhadapan langsung dengan YGN 48 jam lagi. Bersiaplah! Sekarang napas kalian sudah terengah2. Itulah mauku.â Ucap Il Joo yang kemudian melihat Gong Joo dan bertanya, âada lagi yang ingin kau katakan?â
âHuh? Tidak. Aku baru saja mau kembali kerja.â Jawab Gong Joo yang masih terkejut dengan keberanian Il Joo menyiksa In Ha dan Bum Jo.
Sama seperti Il Joo, Hyun Gyu juga berbicara ditelpon dengan Dal Po yang tengah berlari. Hyun Gyu menyuruh Dal Po dan Yoo Rae untuk mengangkat telpon bergantian karena mereka harus memberikan laporan setiap 2 jam sekali. Hyun Gyu juga menyuruh mereka untuk melaporkan hal apapun yang terjadi.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
0 Response to "Sinopsis Pinocchio Episode 6 Part 1"
Posting Komentar