Sinopsis Pinocchio episode 2 part 1. Pada episode perdana diceritakan tentang kisah Choi Dal Po, dimana pada 5 tahun yang lalu ayahnya mengalami kecelakaan saat bertugas sebagai anggota 119. Karena jasad ayahnya tidak diketemukan dan ada pemuda yang mengidap sindrom pinokio melihat orang yang mirip dengan ayah Dal Po, jadinya semua orang percaya kalau ayah Dal Po masih hidup dan menjadi penyebab kematian anggota 119 lainnya. Semua berita itu pun dilebih-lebihkan oleh media agar mereka mendapat rating yang tinggi, mereka tidak menyadari kalau apa yang mereka perbuat sudah menghancurkan hidup sebuah keluarga. Saat terpisah dari ibu dan kakaknya, Ha Myung bertemu dengan Choi Gong Pil dan merubah namanya menjadi Choi Dal Po. Gong Pil punya cucu bernama Choi In Ha yang seumuran dengan Dal Po. Saat Dal Po mulai menyukai In Ha, dia harus menerima kenyataan kalau In Ha adalah anak dari reporter Song Cha Ok. Reporter yang sangat dia benci. Setelah mengetahui hal itu, Dal Po pun mulai membenci In Ha juga. Apa yang akan terjadi pada Dal Po setelah ini? Yuk kita lanjut sinopsisnya.
(Sindrom Pinokio dalam drama ini tidak didasarkan pada sindrom sebenarnya)
âBanyak hal yang membuatku sadar kalau dunia ini benar2 kecil. Kau bertemu dengan orang asing, namun sebenarnya kau terikat takdir dengan orang itu. Apa kau pernah mengalaminya? Entah itu takdir baik2 atau bukan kita sudah ditakdirkan bertemu. Meskipun ini disebut takdir, tetaplah ada penjelasan matematis atas ini. Fenomena ini menyatakan bahwa kita semua terkait dalam 6 tingkat. Berdasar pernyataan itu, kau dan aku terhubung. Mulai 6 tingkat pemisahan. Menarik bukan? Namanya diberikan oleh seorang aktor terkenal. Siapa nama aktor ini?â ucap si pembawa acara membacakan pertanyaannya pada Dal Po.
Dal Po terdiam dan semuanya menjadi tegang menunggu Dal Po menjawab. Lima detik diberikan pada Dal Po untuk berpikir dan menjawab. Sebelum menjawab Dal Po melihat sejenak ke arah Ahn Chan Soo yang tersenyum mengejek padanya. Tepat didetik terakhir, Dal Po menjawab âKevin Baconâ dan sipembawa acara mengatakan kalau jawaban Dal Po benar. In Ha tersenyum senang melihat Dal Po bisa menjawabnya dengan benar dan tepuk tangan distudiopun diberikan pada Dal Po yang berhasil menurunkan Chan Soo untuk duel kepintaran dengan dirinya.
âAku membulatkan tekadku setelah peristiwa mengerikan 5 tahun yang lalu.â Ucap Dal Po dalam hati dan mengingat semua yang terjadi padanya dulu. âTidak dekat2 dengan stasiun TV. Tidak berhubungan dengan orang2 TV dan bahkan berbicara denga mereka.Aku menjaga tekadku dengan kuat dan yakin tidak akan pernah terpengaruh. Alasanku melanggar janjiku sendiri dan berdiri dipanggung ini.... adalah rahasia yang ingin terus kulindungi lebihdari janji yang telah kubuat.â Ungkap Dal Po dalam hati.
[Episode 2 â" Si Buruk Rupa]
~ Dua Minggu Sebelumnya â" September 2005~
In Ha dan Dal po pamit pada Gong Pil untuk berangkat sekolah. Sebelum pergi, In Ha merengek minta dibelikan sepeda pada kakeknya dan kalau tidak dibelikan juga, dia mengancam akan kabur dari rumah. Gong Pil menjawab kalau In Ha tak memerlukan sepeda karena dia bisa minta tumpangan pada Dal Po.
âItu karena paman selalu... â belum sempat In Ha menyelesaikan kata2nya. Dengan cepat Dal Po mengapit wajah In Ha dengan tangannya. âJustru karena ia selalu memberiku tumpangan, aku merasa tidak enak.â Ucap In Ha dan cegukan. Karena In Ha cegukan, pasti diapun sedang berbohong.
âTidak, itu bukan masalah keponakanku.â Jawab Dal Po dan mengajak In Ha pergi. Mereka berdua berangkat sekolah bersama dengan menggunakan sepeda Dal Po. Setelah berada di tengah perjalanan dan sudah tak terlihat oleh Gong Pil, In Ha berkata kalau Dal Po su! dah bisa ! menurunkannya sekarang.
Dal Po menghentikan sepedahnya dan setelah In Ha turun, dia pun melanjutkan perjalanannya. Baru beberapa kayuh Dal Po menjalankan sepedahnya, dia berhenti sejenak dan melihat In Ha sedang mengencangkan tali sepatunya. Dal Po hendak memundurkan kembali sepedahnya namun dia melihat Dal Pyeong melihat kearahnya, jadi diapun memutuskan untuk meneruskan perjalanannya tanpa mengajak In Ha.
Setelah berhasil mengencangkan tali sepatunya, In Ha berlari dengan kencang menuju pelabuhan dan naik kapal yang akan membawanya pergi ke sekolah. Pemilik kapal marah2 pada In Ha karena In Ha selalu saja terlambat dan membuat anak2 yang lain jadi ikut terlambat masuk sekolah. Dengan terengah-engah In Ha meminta maaf pada pemilik kapal dan kemudian ia memandang Dal Po dengan pandangan kesal.
âApa? Kau sendiri yang bilang ingin turun.â Ucap Dal Po.
âItu karena kau tidak suka memberiku tumpangan.â Jawab In Ha.
âtentu saja.â
âApa kau begitu membenciku?â tanya In Ha dan lagi2 Dal Po menjawab, âtentu saja.â In Ha pun bertanya lagi alasan Dal Po begitu membencinya.
Untuk pertanyaan itu Dal Po tak langsung menjawab, dia teringat saat In ha remaja mengatakan kalau reporter Song Cha Ok adalah ibunya. Dal Po pun kemudian menjawab kalau semua itu karena In Ha adalah musuh bebuyutannya.
Bukan hanya berlari menuju pelabuhan, untuk menuju ke sekolahpun In Ha juga menempuhnya dengan berlari dan dia selalu menjadi murid yang terakhir masuk kelas. Dengan tatapan kesal, In Ha melihat Dal Po yang sedang tertidur di meja belajarnya.
Kelelahan In Ha pun menjatuhkan kepalanya kemeja. Chan Soo yang sedari tadi memperhatikan In Ha langsung menghampirinya dan bertanya apa Dal Po meninggalkannya lagi. In Ha mengiyakan dan berkata kalau seandainya saja dia punya sepeda sendiri, dia berjanji tidak akan minta apa-apa lagi. Karena meraton setiap pagi bisa membunuhnya.
âApa kau mau aku memberimu satu? Aku punya sepeda yang tak terpakai.â Ucap Chan Soo.
âBenarkah?â tanya In Ha sambil menggenggam tangan Chan Soo. Saking senangnya mendapatkan sepeda, In Ha tidak peduli walau Chan Soo bilang kalau sepedanya sedikit jelek. Dengan tatapan kemenangan In Ha melihat ke arah Dal Po yang masih tertidur di mejanya.
Tak perlu menunggu waktu lama, Chan Soo langsung membawa sepeda yang akan dia berikan pada In Ha. In Ha pun langsung mencobanya. Tepat disaat dia akan mengendarai sepeda itu, dia melihat Dal Po datang dari arah berlawan dan didepan Dal Po ada genangan air. Ide jail In Ha pun muncul, dengan cepat In Ha mengendari sepedanya dan dengan sengaja dia melewati genangan air sehingga cipratan itu mengenai Dal Po. Namun dengan sigap, Dal Po menghalangi cipratan air itu menggunakan kertas yang akan dia berikan pada In Ha.
Tanpa menyadari kalau yang dia kotori adalah kertas miliknya, In Ha dengan perasaan penuh rasa kemenangan berkata, âRasakan itu, Chi Dal Po!â dan tertawa terbahak-bahak. Dal Po pun hanya bisa melihat In ha dengan tatapan tak mengerti dan pergi.
Dikelas, Dal Po memberikan kertas yang kotor kena cipratan air tadi pada In Ha dan ternyata itu adalah formulir rencana masa depan milik In Ha. Teman sebangku In Ha melihat formulir milik In Ha yang sudah kotor, dia pun bertanya siapa yang sudah mengotorinya.
âTadi ada gadis bodoh yang bertingkah kekanak-kanakan.â Jawab Dal Po. Hehhehe... tentu saja In Ha bertambah kesal saja pada Dal Po.
Chan Soo melihat formulir In Ha dan membaca kalau pilihan profesi yang akan In Ha ambil adalah pengacara, jaksa dan hakim. Dengan pede-nya In Ha menulis kalau dia ingin menjadi seorang pengacara.
âBagaimana mungkin Penyihir Blak-blakan sepertimu yang bahkan tidak bisa berbohong, bisa menjadi pengacara?â tanya teman sebangku In Ha.
âKenapa tidak? Kenapa pengacara harus berbohong?â jawab In Ha.
âAda banyak kesalahan dalam logika itu. pikirkan Pinocchio sepertimu, yang tidak bisa bohong dalam membela tersangka pembunuh. â ucap Dal Po ikut bicara.
âItu bisa.â Jawab In Ha ragu dan kemudian membayangkan dirinya sebagai pengacara. Disaat dia mengatakan kejahatan si pembunuh. Si pembunuh marah dan langsung berlari kearah In Ha dan mencekiknya.
Membayangkan semua itu, In Ha pun langsung menghapus tulisan pengacara yang sudah dia tuliskan pada formulirnya.
âPengacara sepertimu akan dibunuh oleh terdakwa sendiri saat kau mencoba untuk membelanya.â Ucap Dal Po saat melihat In Ha menghapus tulisannya. Chan Soo kemudian memberi saran agar In Ha menjadi artis karena In Ha cantik. Dibilang cantik, In Ha pun langsung menulis formulir itu dengan tulisan artis.
âBagaimana kau bisa jadi artis, jika kau tak bisa berbohong?â tanya teman sebangku In Ha.
âTidak mungkin. Dia bahkan tidak bisa melakukan peran mudah seperti menjadi mayat.â Tambah Dal Po.
âAku bisa memainkan peran mayat!â teriak In Ha dengan yakin. In Ha kemudian membayangkan dirinya sedang berperan menjadi orang yang sudah meninggal dan digendong oleh si pemeran laki-laki. Semuanya berjalan lancar dan saat kamera di zoom ke wajah In Ha, tiba2 In Ha cegukan. Sutradara tentu saja kesal karena mereka sudah melakukan adegan itu berulang2 namun In Ha tak bisa menghentikan cegukannya.
Membayangkan semua itu, In Ha lagi2 menghapus tulisannya. Dal Po pun menyarankan agar In Ha melakukan pelayanan masyarakat saja dari pada menjadi artis. Mendengar Dal Po selalu menjatuhkan cita2 yang ditulis In ha, Chan Soo pun berusaha menyuport In Ha dengan mengatakan kalau dia pernah membaca di koran, dimana dituliskan ada lebih dari 20.000 jenis pekerjaan di Korea, jadi dia yakin akan ada satu yang cocok untuk In Ha.
âTidak mungkin. Apa kau tidak tahu kalau kurang dari 6 % kemungkinan Pinokio bisa bekerja?â ucap Dal Po sambil membaca komiknya.
âJangan dengarkan dia. Dia seperti itu karena dia belum tahu akan jadi apa.â Ucap Chan Soo.
âAku juga belum tahu. Aku iri pada angin ribut. Setidaknya mereka tahu arah tujuannya.â Jawab In Ha dengan lemas.
Tepat disaat itu guru mereka datang dan semua murid langsung kembali ke kursinya masing-masing. Pak Guru mengatakan kalau sekolah mereka akan mengirim satu siswa untuk ikut dalam âThe Quiz Challenge Showâ dan untuk menentukan siapa siswa yang akan dikirm, sekolah akan melakukan tes dengan memberikan soal pada semua siswa.
Pemenang kuis ini akan mendapat hadiah sebesar 30 juta won. Tentu saja mendengar hadiah sebesar itu, semua siswa jadi berniat mengikutinya. âThe Qiuz Challenge Showâ adalah kuis bagi pelajar yang ditayangkan di TV Nasional, jadi bagi siswa yang memiliki nilai tertinggi akan di kirim kesana dan tampil di TV. Berbeda dengan siswa yang lainnya, Dal Po terlihat tak tertarik pada kuis iitu.
Setelah pak guru pergi, teman sebangku In Ha berkata kalau mereka tak perlu melakukan tes lagi karena dia yakin kalau Chan Soo lah yang pasti mendapat nilai tertinggi dan dikirim mengikutii kuis.
Saat istirahat Chan Soo mengajak In Ha ketemua di tempat parkir sepeda. Dia menunjukkan pada In Ha kalau dia sudah memasang bel di sepeda yang dia berikan pada In Ha. Chan Soo lalu berkata kalau ada sesuatu yang ingin dia sampaikan pada In Ha.
âJika aku ikut serta dalam kuis, aku akan menyatakan cinta padamu di TV.â Ucap Chan Soo.
âApa?â
âKau harus menjawab pengakuan cintaku, paham?â
âChan Soo, aku.....â
âTidak, tidak sekarang. Aku tidak mau mendengarnya sekarang. Aku belum membuat pengakuan. Jawabannya nanti saja.â Potong Chan Soo sambil menutup telinga dan pergi.
âIbu, hari ini aku mendapatkan pengakuan cinta pertamaku. Tapi sungguh aneh. Rasanya benar2 aneh. Rasanya seperti aku punya gangguan pencernaan yang parah. Kupikir mendapatkan pengakuan cinta akan membuatmu gugup atau semacamnya. Tapi sebaliknya, aku merasa nyaman seperti berada di hutan pinus. Aku bahkan tidak merasakan apapun.â Cerita In Ha pada ibunya melalui sms.
Dal Po keluar dari rumah untuk memberi makan anjingnya dan dia melihat In Ha sedang berdiri t! erbalik d! i dinding. Melihat itu Dal Po bertanya apa In Ha sedang mencemaskan sesuatu? dan In Ha pun mengiyakan.
âDengan begini darah akan mengalir ke otakku dan membuatku berpikir lebih jelas. Ini ada penjelasan medisnya, jadi jangan melihatku seperti itu.â ucap In Ha dan Dal Po mengatakan kalau dia masih merasa aneh melihat kebiasaan In Ha ini.
Jae Myung mengantarkan galon ke sebuah warnet. Saat dia akan pergi dengan membawa galon yang kosong, dia melihat foto ayahnya dipajang dengan judul buronan. Sambil menatap foto ayahnya dengan tatapan sedih, Jae Myung bertanya pada penjaga warnet, âtanggal berapa hari ini?â sipenjaga warnet menjawab kalau hari ini tanggal 25 September. Sebelum pergi Jae Myung mengambil gambar ayahnya itu.
Ditengah kegelapan kita melihat dua orang laki2 sedang menelusuri jalan disekitar gedung yang terbakar 5 tahun lalu. Melihat banguan tua itu, salah satu dari pria itu berkata kalau gedung itu 5 tahun lalu terbakar namun orang2 tidak berani merubuhkannya karena takut hantunya bergentayangan.
Tes untuk mengikuti kuis pun di laksanakan dan semuanya sibuk mengerjakan soal yang dibagikan kecuali Dal Po. Dia malah memilih tidur dan tidak menjawab soal. Namun tiba2 dia terbangun dan langsung menjawab semua soal-soal itu.
Pak guru dibantu guru2 yang lain memeriksa jawaban semua siswa. In Ha mendapat nilai 92 dan Chan Soo mendapat nilai 96. Semua guru memuji kepandaian 2 siswa itu. Tiba2 terdengar suara pak guru yang tercengang memeriksa jawaban Dal Po dan membuat guru-guru yang lain penasaran dan datang mendekat. Pak Guru memberi nilai 100 karena semua jawaban Dal Po benar. Mereka tentu saja tak bisa percaya karena selama ini Dal Po terkenal sebagai siswa yang paling bodoh di sekolah.
Dengan tergesa-gesa Ji Hee masuk ke ! kelas dan! memberitahu teman-temannya kalau nilai tertinggi untuk tes ikut kuis adalah Dal Po. Tentu saja mereka semua tak bisa mempercayainya karena yang mereka pikir akan ikut kuis adalah Chan Soo. Chan Soo sendiri terlihat tak rela dengan berita itu, dia tidak bisa menerima kekalahannya.
Adik kelas Chan Soo menemui Chan Soo dan bertanya apa yang akan dikirim ikut kuis adalah Dal Po, bukan Chan Soo. Mereka semua beranggapan kalau Dal Po pasti berbuat curang hingga bisa mengisi semua soal tes. Anggapan itu tidak dibantah oleh Chan Soo, dia malah mendukung anggapan itu. Setelah pembicaraan itu, mulai tersebar berita kalau Dal Po melakukan kecurangan saat menjawab soal tes itu. Berita tersebar dari mulut kemulut hingga seisi sekolah mengetahuinya dan mereka menganggap kalau berita itu benar. Keyakinan mereka semakin bertambah saat Chan Soo berkata kalau Dal Po pasti sudah mencuri soal tes.
Apa yang Chan Soo katakan tentang Dal Po yang mencuri soal tes langsung menyebar lagi dan menjadi topik utama di sekolah. In Ha mendengar teman-temannya menuduh Dal Po berbuat curang dan melihat Dal Po mulai diolok2. Namun dia hanya diam saja.
Dal Po membiarkan dirinya dikata-katai dan dia tidak marah sedikitpun, tap! i disaat ! dia mendengar salah satu siswa mengatakan kalau ayah kandung Dal Po adalah seorang pembunuh. Dal Po tak bisa mengontrol emosinya dan langsung mencengkram baju siswa itu dan menyurutkannya didinding.
âKatakan lagi... tadi kau bilang apa?â tanya Dal Po dengan marah, namun siswa itu tidak mau mengulangi apa yang dia katakan tadi.
âCoba saja ulangi omong kosong itu lagi, kalau kau melakukannya, aku akan memukul wajahmu.â Ancam Dal Po dan menjatuhkan siswa itu ke lantai. Melihat sikap kasar Dal Po, siswa2 yang lain pun tambah mengata-ngatainya.
Tanpa mencaritahu kebenarannya terlebih dahulu, pak guru menyetrap Dal Po dan memukuli kepalanya dengan kertas. Dia menyuruh Dal Po mengaku kalau dia sudah mencuri soal tes. Tentu saja Dal Po tak mau mengakuinya karena dia memang tidak mencurinya. Di dalam kelas In Ha melihat Dal Po dengan tatapan khawatir. Saat Dal Po melihat kearahnya, In Ha langsung menurunkan pandangannya. Tiba2 In Ha cegukan dan tak mau berhenti.
Sampai disaat Chan Soo dikirim ke Seoul dan mengikuti kuis, In Ha masih cegukan. Di kelas mereka semua menyaksikan penampilan Chan Soo. Semua teman sekelas In Ha bersorak gembira saat melihat Chan Soo memenangkan kuis. Berbeda dengan semua teman-temannya, In Ha merasa biasa saja.
Sebagai pemenang Chan Soo diberi kesempatan untuk mengatakan sepatah dua patah kata. Apa yang dikatakan Chan Soo? Dia berkata, âChoi In Ha.... aku benar2 menyukaimu.â
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
0 Response to "Sinopsis Pinocchio Episode 2 Part 1"
Posting Komentar