Gandalf menarik Pippin naik ke atas kudanya. Tapi di tengah jalan, mereka dihadang oleh Raja Angmar dan Nazgul.! ! div>
Gandalf : Kembalilah ke jurang gelap.Jatuhlah dalam kehampaan yang menunggu kau dan tuanmu.
Raja Angmar : Apa kau tak kenal kematian saat melihatnya, orang tua?Ini saatnya buatku.
Pedang Raja Angmar mengeluarkan api merah. Suara Nazgul memekikkkan telingan Pippin. Dan tiba-tiba tongkat putih Gandalf hancur berkeping-keping, sampai mereka terjungkal ke belakang jatuh dari atas kuda.
Pippin : Gandalf!
Raja Angmar : Kau sudah gagal.Dunia Manusia akan jatuh.
Raja Angmar akan membunuh Gandalf..tapi suara terompet Rohan menghentikannya. Raja Angmar-pun pergi meninggalkan mereka.
Pimpinan Orc melihat pasukan Rohan yang datang dari arah belakang, bersamaan dengan terdengarnya suara terompet Rohan.
Raja Theoden melihat kondisi Minas Tirith yang hampir hancur dan dikelilingi puluhan ribu Orc. Merry dan Eowyn juga merasa takut tapi Eowyn menenangkan dirinya sendiri dan Merry.
Eowyn : Keberanian, Merry.Keberanian untuk teman-teman kita.
Pimpinan Orc : Bentuk barisan, orang tak berguna. Bentuk barisan!Yang bertombak di depan. Pemanah di belakang.
Raja Theoden memberi perintah.
Raja Theoden : Ãomer, bawa pasukanmu di sisi kiri. Siapkan pasukan.Gamling, ikuti bendera raja di tengah.Grimbold, bawa pasukanmu setelah kau melewati tembok.Maju dan jangan takut dengan kegelapan!Bangkitlah, para Penunggang Th! éoden!To! mbak akan digoyahkan, tameng akan dihancurkan...hari berperang, hari berdarah...sebelum matahari terbit!
Pasukan Rohan bersiap menyerang, demikian juga para Orc.
Eowyn : Apa pun yang terjadi, tetap bersamaku. Aku akan menjagamu.
Merry diam.
Raja Theoden menggesekkan pedangnya ke semua tombak pasukannya.
Raja Theoden : Pergilah sekarang!Pergilah sekarang!Pergilah menuju kehancuran...dan akhir dunia!Kematian!
Pasukan Rohan : Kematian!
Raja Theoden : Kematian!
Pasukan Rohan : Kematian!
Raja Theoden : Kematian!
Pasukan Rohan : Kematian!
Merry : Kematian!
Eowyn : Kematian!
Raja Theoden : Maju Eorlingas!
Suara terompet Rohan-pun berbunyi kembali. Raja Theoden dan pasukannya mulai menyerang para Orc.
Pemanah Orc mulai memanah pasukan Rohan.
Pimpinan Orc : Tembak!
Beberapa prajut terkena panah tapi tidak menyurutkan semangat pasukan Rohan.
Merry : Kematian!
Raja Theoden : Serbu!
Pimpinan Orc : Panah sesuka kalian!
Tapi terlambat, pasukan Rohan sudah mendekat dan menyerang mereka. Para Orc tampak ketakutan melihat kekuatan pasukan Rohan. Termasuk pimpinan Orc.
Denethor menyiram minyak ke tubuhnya. Faramir sedikit bergerak karena siraman minyak itu.
Denethor : Bakarlah kami.
Prajurit Gondor akan membakar kayu itu tepat saat Gandalf mendobrak pintu.
Gandalf : Hentikan kegilaan ini!
Denethor mengambil satu obor dari salah satu prajuritnya.
Denethor : Kau mungkin memenangi pertempuran di hari itu...tapi melawan kekuatan yang bangkit di timur...takkan ada kemenangan.
Denethor melempar obor itu ke kayu dan kayu pun mulai terbakar.
Gandalf dengan cepat mengambil tombak prajurit dan berkuda ke arah Denethor lalu memukulnya sampai jatuh ke lantai.
Pippin nekat melompat ke altar yang terbakar dan menjatuhkan Faramir ke lantai. Setelah itu Pippin memadamkan api yang ada di tubuh Faramir.
Denethor : Tidak!Kau tak akan membawa putraku dariku!
Denethor menarik kerah Pippin.
Pippin : Tidak!
Gandalf dengan cepat menarik tali kekangnya sehingga kudanya menendang Denethor ke atas altar. Saat membuka matanya, Denethor tersadar jika Faramir masih hidup.
Denethor : Faramir.
Denethor! berteria! k kesakitan karena api sudah membakar dirinya. Denethor lalu berlari keluar dengan tubuh terbakar dan terjatuh ke bawah.
Gandalf : Meninggallah Denethor, putra Ecthelion.
Di bawah pasukan Rohan berhasil memukul mundur pasukan Orc.
Eomer : Bawa mereka menuju sungai!
Pasukan Rohan akan menyerang dan memukul mundur pasukan Orc tapi perintah Raja Theoden menghentikannya.
Raja Theoden : Amankan kota!
Raja Theoden tampak kaget. Begitu juga Eomer karena sepasukan gajah berjalan menuju ke arah mereka. Pasukan gajah itu membunyikan terompet, tanda mereka akan menyerang.
Raja Theoden : Atur kembali barisan!Atur kembali barisan!Bunyikan tanda serang! Robohkan mereka!Serang!
Gambling membunyikan terompt Rohan sekali lagi.
Pertempuran dilanjutkan kembali. Tapi kali ini keadaan berbalik karena hanya dalam sekali sapuan, gading gajah bisa menyapu beberapa pasukan Rohan. Belum lagi adanya pemanah yang ada di atas gajah, pasukan Rohan mengalami kesulitan.
Eomer melihat gajah itu dikendalikan oleh manusia. Eomer langsung melemparkan tombaknya ke manusia itu, yang membuatnya jatuh ke samping. Otomatis gajah itu tidak seimbang dan ikut terdorong ke samping sehingga menjatuhkan gajah disampingnya.
Eowyn memberi perintah pada Mertry.
Eowyn : Ambil alih tali kekangnya. Tarik ke kiri!Ke kiri!
Eowyn berhasil menumbangkan 1 gajah dengan melukai kaki gajah menggunakan pedangnya.
Eomer : Bidik kepala mereka!
Tembakan panah itu membuat gajah mengangkat kedua kaki depannya sehingga pasukan yang ada di atasnya terjatuh ke bawah.
Raja Theoden : Bunuh! Bunuh!
Gajah itupun tumbang, tapi sayangnya gajah itu menimpa Merry dan Eowyn yang ada di belakangnya. Eowyn sendiri berhasil melarikan diri.
Eowyn : Merry!
Eowyn melihat pamannya dikepung para Orc, Eowyn-pun membantu pamannya itu. Raja Theoden beberapa detik terpaku melihat ada seseorang yang membantunya sebelum kembali bertempur.
Ternyata Merry masih hidup dan dia berhasil membunuh beberapa Orc yang menyerangnya.
Eowyn juga bertempur menggunakan pedang. Kali ini lawan Eowyn adalah pimpinan Orc.
Di dalam benteng, para Orc mencoba mendobrak pintu gerbang selanjutnya dibantu oleh satu Troll. Di balik gerbang, pasukan Gondor sudah menunggu.
Pippin : Kurasa bukan begini akhirnya.
Gandalf : Akhirnya?Tidak, perjalanan tak berakhir di sini.Kematian hanyalah jalan lain...yang kita semua harus ambil.Hamparan tirai kelabu dunia ini hilang...dan semuanya berubah jadi kaca perak.Lalu kau melihatnya.
Pippin : Apa itu, Gandalf?Apa yang kau lihat?
Gandalf :Pantai berpasir putih...nun jauh di sana.Negeri hijau yang jauh...di bawah sinar matahari yang cepat.
Pippin : Itu tak begitu buruk.
Gandalf :Tidak.Memang tidak.
Raja Theoden : Bergabung denganku!
Pasukan Rohan mengelilinginyaâ¦..tapiâ¦.
Saat Raja Theoden menoleh, Raja Angmar dan Nazgul sudah terbang ke arahnya. Nazgul menggigit tubuh Raja Theoden lalu melemparkannya ke tanah. Eowyn tampak kaget melihatnya.
Raja Theoden diam tak bergerak tertindih kudanya. Para pasukannya menjauh.
Raja Angmar : Makan tubuhnya.
Nazgul akan memakannya tapi dihadang oleh Eowyn.
Eowyn : Aku akan membunuhmu jika kau menyentuhnya.
Raja Angmar : Jangan datang di antara Nazgûl dan mangsanya.
Raja Theoden melihat seseorang yang melindunginya dari Nazgul yang akan memakannya. Nazgul akan memakan Eowyn tapi dengan cekatan Eowyn bisa menghindar dan memenggal kepala Nazgul dan menjatuhkan Raja Angmar.
Eowyn mengambil tameng kayu yang ada di dekatnya. Eowyn tampak sedikit gentar meliat senjata Raja Angmar. Eowyn beberapa kali dapat menghindari serangan Raja Angmar sampai dia berhasil menghancurkan tameng kayu milik Eowyn. Serangan itu membuat Eowyn jatuh ke belakang dan merasakan sakit yang teramat sangat di tangan kirinya.
Sungai Osgiliath
Kapal bajak laut baru saja sampai ke sungai Osgiliath.
Guritz marah : Telat seperti biasa, dasar bajak laut kotor!Ada pekerjaan yang perlu diselesaikan.Ayo, tikus laut! Turun dari kapal kalian!
Ternyata yang turun adalah Aragorn, Legolas dan Gimli. Melihat hanya mereka bertiga pasukan Orc bersiap bertarung.
Aragorn menghunuskan pedangnya.
Gimli : Ada banyak untuk kita berdua.Semoga Dwarf terbaik yang menang.
Lalu dari belakang mereka bertiga, muncul Raja Kematian beserta pasukannya menyerang para Orc yang ketakutan.
Raja Angmar mengangkat tubuh Eowyn.
Raja Angmar :Dasar bodoh.Tak ada pria yang bisa membunuhku.Matilah sekarang.
Tiba-tiba Merry menusukkan pedang ke kaki Raja Angmar yang membuatnya berlutut. Sedangkan Merry sendiri meraskan sakit yang luar biasa setelah menusuk Raja Angmar di tangannya.
Eowyn berdiri dan membuka pelindung kepalanya.
Eowyn : Aku bukan pria.
Eowyn menusuk wajah Raja Angmar dengan pedangnya. Tubuh Raja Angmar mulai menyusut menjadi debu dan hilang..hanya meninggalkan baju perangnya.
Legolas : 15! 16!
Gimli : 17
Ternyata Gimli dan Legolas bersaing dalam berapa banyak jumlah Orc yang mereka bunuh. Aragorn sendiri membunuh para Orc yang dia temui.
Eowyn sambil merayap mencari Merry. Tenyata pimpinan Orc mengejarnya.
Aragorn masih bertempur.
Eowyn ingin meraih pedang tapi jangkaun tangannya belum bisa mencapainya. Pimpinan Orc sudah hampir mencapai Eowyn dan akan membunuhnyaâ¦.tapi tangannya sudah dipotong oleh pedang Aragorn, yang diakhiri dengan kapak Gimli.
Aragorn berteriak : Legolas!
Legolas menoleh dan melihat gajah itu. Legolas dengan genit melompat dan merayap ke atas gajah dan membunuh semua yang ada di atas gajah dengan panahnya.
Legolas : 33, 34.
Legolas lalu melompat dan memutuskan tali pengendali gajah sehingga penunggangnya jatuh ke ba! wah. Sela! njutnya Legolas memanah tiga panah sekaligus ke kepala gajah sampai gajah itu tumbang. Legolas berhenti di depan Gimli.
Gimli : Yang itu masih dihitung satu!Ayo!
Aragorn membunuh Orc uyang ada disekitarnya. Sisanya sudah dihabisi oleh Raja Kematian dan pasukannya tanpa sisa.
Eowyn mendekati Raja Theoden.
Raja Theoden : Aku kenal wajahmu...Ãowyn.Mataku sedang memburam.
Eowyn : Tidak.Tidak.Aku akan menyelamatkan Paman.
Raja Theoden : Kau sudah menyelamatkan Paman.Ãowyn...tubuh Paman sudah hancur.Kau harus merelakan kepergian Paman.Paman akan menemui para leluhur...yang sedang bersama di sana.Paman kini tak akan merasa malu.Ãowyn. !
Raja Theoden â"pun meninggal. Eowyn memeluk Raja Theoden untuk yang terakhir kalinya dan menangis pilu.
Gandalf dan Pippin melihat Raja Kematian dan pasukannya meminta janji Aragorn.
Raja Kematian : Bebaskan kami.
Aragorn diam.
Gimli : Ide yang buruk.Mereka sangat membantu di situasi sulit, walaupun mereka sudah mati.
Raja Kematian : Kau sudah berjanji.
Aragorn : Sumpah kalian sudah terpenuhi.Pergilah.Damailah.
Raja Kematian dan pasukannya pergi dengan tersenyum dan bahagia terbawa oleh hembusan angin.
Gandalf memberi hormat pada Aragorn yang tersenyum.
Pippin melihat pin milik Merrry.
Pippin : Merry.
Eomer yang sedang memeriksa pasukannya, tak sengaja melihat Eowyn tergeletak di tanah. Eomer kaget dan langsung berlari dan memeluknya. Eomer tak menyangka jika Eowyn ikut berperang.
Eomer berteriak keras : Tidak!Tidak!
Aragorn melihat Eomer yang menangis sambil memeluk Eowyn.
Aragorn melihat tangan Eowyn yang sedikit menghitam, juga luka goresan pedang. Aragorn membasuh dahi Eowyn dengan air. Eomer tampak terpukul duduk di sampingnya.Tak berapa lama Eowyn tersadar, bernafas lalu membuka kedua matanya.
Eowyn terbangun dan berdiri di jendela. Dia melihat Faramir yang memperhatikannya dari jauh.
Pippin masih mencari Merry. Pippin melihat sesuatu seperti Merry. Dan benar saja saat Pippin mendorong tubuh diatasnya, tampak Merry tergeletak di bawahnya.
Pippin : Merry.Merry, ini aku.Ini Pippin.
Merry : Aku tahu kau akan menemukanku.
Pippin : Ya.! div>
Merry : Apa kau akan meninggalkan aku?
Pippin : Tidak, Merry.Aku akan menjagamu.
Pippin menyelimuti tubuh Merry.
Tampaknya Frodo sudah tersadar. Gorbag dan Orc satunya sepertinya meneliti barang yang dikenakan dan dibawa oleh Frodo.
Gorbag mengambil baju milik Frodo.
Orc : Berikan!Baju berkilaunya, itu milikku.
Gorbag : Ini akan diberikan pada Mata Besar, berikut dengan yang lainnya.
O! rc : Aku tak menerima perintah dari tikus Morgul yang busuk!
Gorbag : Kau menyentuhnya, akan kuhujamkan pedang ini ke perutmu.
Mereka berdua berkelahi. Frodo yang tersadar ingat akan cincin itu yang tak lagi ada di lehernya.
Orc itu melempar Gorbag ke bawah di mana yang lainnya sedang makan.
Orc : Bajingan itu berusaha membunuhku.Bunuh dia!
Perkelahian-pun tak bisa terelakkan diantara mereka.
Sam mendengar perkelahian itu dan mengendap-endap masuk ke dalam. Sam bergegas ke atas. Saat melihat beberapa Orc, Sam bersuara mengerikan dan mendekati mereka. Tapi di mata para Orc bayangan Sam sangat mengerikan. Tapi saat tahu jika itu Sam, para O! rc menyer! angnya tapi malah Sam yang membunuh mereka
Sam : Itu untuk Frodo!Dan untuk Shire!Dan itu untuk Ayahku!
Sam naik ke atas.
Orc tadi berhasil mengambil baju Frodo dan pergi dari sana.
Frodo berusaha melepaskan ikatan tali di tangannyaâ¦tiba-tiba Gorbag sudah datang.
Gorbag : Hentikan eranganmu, tikus busuk.Akan kulukai kau seperti seekor babi yang terjebak.
Tapi tiba-tiba dari arah belakang, ada pedang yang menembus dadanya. Ternyata itu Sam.
Sam :! Tidak ji! ka kutikam kau lebih dulu.
Frodo : Sam!Sam, aku sungguh menyesal.Menyesal untuk semuanya.
Sam melepaskan ikatan tali Frodo.
Sam : Mari kita keluar dari sini.
Frodo : Sudah terlambat. Semuanya berakhir.Mereka telah merebutnya. Sam...mereka merebut Cincin itu.
Sam : Maaf, tapi mereka tak merebutnya.Kukira aku kehilangan dirimu.Jadi aku mengambilnya.Hanya untuk melindunginya.
Frodo : Berikan itu padaku.Berikan Cincin itu, Sam.Sam.Berikan Cincin itu.Kau harus mengerti.Cincin ini adalah bebanku.Ia akan menghancurkanmu, Sam.
Sam memberikan cincin itu pada Frodo yang langsung dia kenakan kalung cincin itu di lehernya.
Sam : Ayo, Tn. Frodo.Sebaiknya kita mencarikanmu pakaian.Kau tak bisa jalan menuju Mordor tanpa berpakaian.
Akhirnya mereka mengenakan baju perang Orc beserta pelindung kepala yang menutupi wajah mereka. Mereka kini mulai berjalan masuk ke Mordor lebih jauh lagi. Dari jauh mereka bisa melihat pasukan Mordor yang banyak, gunung berapi dan menara mata Sauron yang selalu mengawasi.
Sam : Kita berhasil, Tn. Frodo.Kita berhasil menuju Mordor.
Frodo : Mereka banyak sekali.Kita akan terlihat.
Sam : Itu dia, Sang Mata.Kita harus ke sana, Tn. Frodo.Tak ada pilihan.Ayo. Mari kita turuni saja bukit ini sebagai permulaan.
Mereka melanjutkan perjalanan.
Minas Tirith
Gandalf : Frodo telah melampaui pandanganku.Kegelapan semakin mendalam.
Aragorn : Jika Sauron memiliki Cincin, kita tentu akan tahu.
Gandalf : Ini hanya soal waktu.Dia telah menderita kekalahan.Namun di belakang tembok Mordor, musuh mengatur kembali pasukan.
Gimli : Biarkan dia tetap di sana.Biarkan dia membusuk! Mengapa kita harus peduli?
Gandalf : Karena 10,000 Orc kini berada di antara Frodo dan Gunung Doom.Aku mengirimnya menuju kematian.
Gimli terdiam mendengar penjelasan Gandalf.
Aragorn : Tidak.Masih ada h! arapan un! tuk Frodo.Dia butuh waktu dan jalan aman melintasi daratan Gorgoroth.Kita bisa berikan itu padanya.
Gimli : Caranya?
Aragorn : Pancing keluar pasukan Sauron.Kosongkan daerah itu.Kita kumpulkan semua pasukan lalu menuju Gerbang Hitam.
Gimli terbatuk-batuk mendengar ide Aragorn.
Eomer : Kita tak bisa menang dengan jumlah pasukan yang sekarang.
Aragorn : Bukan untuk diri kita.Tapi kita bisa beri Frodo kesempatan jika mata Sauron tertuju pada kita.Menjaga dia tetap buta pada pergerakan yang lainnya.
Legolas tersenyum : Pengalih perhatian.
Gimli : Kematian yang pasti...kecil kemungkinan berhasil...kita tunggu apa lagi?
Gandalf berbisik pada Aragorn : Sauron akan mencurigai perangkap itu.Dia tak akan mengambil umpannya.
Aragorn yakin : Kurasa dia akan mengambilnya.
Aragorn menyentuh Palantir dan berkata pada mata Sauron.
Aragorn : Sudah lama kau memburuku.Sudah lama aku menghindarimu.Tidak lagi. Lihatlah pedang Elendil.
Mata Sauron bukannya gentar, tapi malah menunjukkan pada Aragorn keadaan Arwen yang sekarat. Aragorn yang kaget melepaskan Palantir dari tangannya bersamaan dengan jatuhnya kalung pemberian Arwen dan hancur berkeping-keping.
Keesokan harinya, Aragorn dan pasukan sisanya menuju Mordor. Kali ini Aragorn mengenakan baju perang dan memimpin pasukannya.
Eowyn : Kota ini mendadak sunyi senyap.Tak ada kehangatan matahari yang tersisa. Sinarnya terasa dingin.
Faramir : Ini hanya udara lembab hujan pertama di musim semi. Aku tak percaya kegelapan ini akan bertahan.
Faramir menggenggam tangan Eowyn yang tersenyum padanya walaupun dengan mata berkaca-kaca. Eowyn menyandarkan dirinya pada dada Faramir yang tersenyum.
Mordor
Sam : Lihat, Orc itu...mereka bergerak.Kau lihat, Tn. Frodo...ada keberuntungan, akhirnya.
Mereka melihat semua pasukan Orc bergerak menuju gerbang Mordor.
Tak berapa lama muncul pasukan Orc dari jauh mendekati mereka. Tentu saja mereka kaget dan buru-buru bersembunyi.
Pimpinan Orc : Cepat, Pemalas!Ayo! Lebih cepat!Terus jalan.Akan kucambuk kalian jika diperlukan.Ayo! Aku sudah bilang apa?!
Pimpinan Orc melihat Frodo dan Sam yang bersembunyi.
Pimpinan Orc : Berdiri!Ayo, Pemalas!Kalian berdua masuk ke barisan depan!Cepat! Terus jalan! Ambil barisan! Cepat!
Pimpinan Orc mencambuk mereka berdua sehingga mau tak mau mereka masuk ke pasukan Orc itu di bagian depan.
Pimpinan Orc mencambuk : Menuju Gerbang, Pemalas! Cepat!Kalian tak tahu kalau kita sedang berperang?
Aragorn dan pasukannya masih dalam perjalanan menuju Mordor.
Pimpinan Orc :Pasukan, berhenti!Pemeriksaan!
Frodo sepertinya sudah tidak kuat lagi akan beratnya cincin itu di leheranya. Sam membantunya berdiri tapi tubuh Frodo tampak berat sekali.
Frodo : Sam, bantu aku.
Sam : Tn. Frodo!Berdiri, Tn. Frodo. Berdiri!
Frodo : Ia sungguh berat.
Si pemeriksaan Orc sedang memeriksa pasukannya.
Sam melihat guratan merah di bekas kalung kulit Frodo. Si pemeriksa melihat mereka berdua. Dia tampaknya marah dan berjalan menuju mereka.
Sam bingung : Oh, tidak.Apa yang mesti kita perbuat?
Frodo : Pukul aku.
Sam : Apa?
Frodo : Pukul aku, Sam. Mulailah perkelahian.
Sam mendorong kasar tubuh Frodo.
Sam : Lepaskan aku!Tak ada yang boleh memaksaku, dasar orang busuk.
Mereka berdua mulai berkelahi yang membuat para Orc menonton mereka dengan senangnya.
Pimpinan Orc muncul.
Pimpinan Orc :Hentikan!
Pimpinan Orc memukuli tubuh Sam yang melindungi tubuh Frodo.
Si pemeriksa : Astaga! Akan kubunuh kau jika tak hentikan kekacauan ini!
Pimpinan Orc berhenti memukuli mereka dan balik badan menantang si pemeriksa.
Frodo berbisik pada Sam : Pergi, Sam. Sekarang!
Mereka berdua pun pergi dari pasukan Orc. Si pemeriksa mencari mereka berdua tapi tak menemukan mereka. Sam dan Frodo ternyata masuk ke dalam tenda.
Si pemeriksa : Terus jalan, berandal!
Pimpinan Orc :Kembali ke barisan!Dasar kalian tak berguna!Kembali ke barisan, Pemalas! Terus jal! an. Cepat! . Cepat!
Frodo dan Sam tampak melanjutkan perjalanan mereka menuju gunung berapi. Frodo tampaknya sudah tidak ada tenaga untuk berjalan. Frodo melepaskan pelindung kepalanya.
Frodo : Aku tak bisa....Aku tak bisa....Aku tak bisa membawa Cincin, Sam.Ia....Ia semakin berat untuk dibawa.Ia....Semakin berat.
Sam melepaskan pelindung kepalanya dan menunjukkan gunung berapi sudah tampak di depan mereka.
Sam : Kita akan ke sana.Lurus terus.Tak perlu membawa apa pun yang tak kita perlukan.
Mereka membuang semua baju perang Orc ke jurang.
Kini mereka hanya mengenakan baju biasa mereka. Mereka merasa kedinginan sekarang.
Sam : Tn. Frodo.Lihat.Ada cahaya...dan keindahan di atas sana...yang bayangan tak bisa sentuh.
Sam melihat Frodo yang menggigil kedinginan sudah tidur di sampingnya. Frodo tampak kecapaian sekali.
Aragorn dan pasukannya hampir sampai di gerbang Mordor. Aragorn dapat melihat kokohnya gerbang itu dari jauh.
Frodo ingin minum, tapi ternyata minumnya sudah habis. Sam memberikan minumnya.
Sam : Ambil punyaku.Masih ada beberapa tetes.
Frodo langsung meminumnya.
Frodo : Tak ada lagi yang t! ersisa un! tuk perjalanan pulang.
Sam : Kurasa takkan ada perjalanan pulang, Tn. Frodo.
Frodo menatap Sam. Selang beberapa detik Sam berdiri dan mengulurkan tangan padanya untuk melanjutkan perjalanan kembali.
Aragorn dan pasukannya sudah bersiap di depan gerbang Mordor.
Sam berjalan di belakang Frodo yang berjalan dengan sempoyongan. Frodo balik badan tepat saat mata Sauron menuju ke arah mereka. Sam dengan cepat bersembunyi.
Sam : Frodo, tiarap!Sembunyi!
Melihat mata Sauron Frodo langsung lemas dan jatuh.
Sam berteriak cemas : Frodo!
Sepertinya mata Saorun masih mencari-cari sosok Frodo di sekitar mereka walaupun tak menemukannya.
Pippin : Di mana mereka?
Aragorn tersenyum mendengar pertanyaan Pippin. Aragorn langsung berkuda menuju gerbang Mordor diikuti oleh Gandalf dan Pippin, Eomer dan Merry, Legolas dan Gimli serta satu orang prajurit yang membawa panji mereka.
Frodo tergeletak dengan cahaya mata Sauron masih berada di sekitarnya.
Aragorn berteriak : Biarkan Penguasa Negeri Hitam keluar dari persembunyiannya! Biarkan keadilan menaunginya!
Tak berapa lama gerbang Mordor-pun terbuka sedikit dan muncullah mulut Sauron.
Mulut Sauron : Tuanku, Sauron yang Agung, menyambut kalian.Apa kalian yang kalah ini ingin berunding denganku?
Gandalf : Kami tidak datang untuk berunding dengan Sauron...yang tak punya keyakinan dan terkutuk itu.Katakan ini pada Tuanmu: Pasukan Mordor harus bubar. Tinggalkan negeri ini dan jangan pernah kembali.
Mulut Sauron : Orang tua berjanggut putih.Aku punya sesuatu untuk kuperlihatkan pada kalian.
Mulut Sauron menunjukkan baju metril yang dipakai oleh Frodo. Mereka semua kaget dan terpaku. Mulut Sauron melemparkannya pada Gandalf.
Pippin bergumam : Frodo.Frodo.
Gandalf : Diam.
Merry : Tidak!
Gandalf : Diam!
Mulut Sauron : Kulihat makhluk Kerdil bersama kalian.Ketahuilah bahwa dia sangat
menderita saat ditawan.Siapa yang mengira orang kecil bisa tahan dengan banyaknya siksaan?Dan dia bisa, Gandalf.Dia bisa.
Semua yang mendengarnya merasa sedih. Bahkan Gnadalf sendiri berkaca-kaca.
Aragorn berkuda mendekati Mulut Sauron.
Mulut Sauron : Dan siapa ini?Pewaris Isildur?Butuh banyak hal selain pedang Peri yang patah untuk menjadi raja.
Aragorn langsung memenggal kepala Mulut Sauron yang membuat Merry dan Gandalf kaget.
Gimli : Kurasa itu menyelesaikan perundingannya.
Aragorn yakin : Aku tak mempercayainya.Tidak akan.
Tahu Mulut Sauron dipenggal kepalanya oleh Aaragorn. Mata Sauron berubah arah menuju ke gerbang Mordor. Frodo dan Sam menjadi aman dari pengawasannya.
Kali ini gerbang Mordor mulai terbuka dan muncullah pasukan Orc.
Aragorn : Mundur.Mundur!
Mereka kembali ke pasukannya. Melihat mata Sauron dan pasukan Orc, pasukan Aragorn mulai takut dan melangkah mundur.
Sam : Ia sudah pergi, Tn. Frodo.Cahaya itu beralih menuju ke utara. Sesuatu menarik penglihatannya.
Sam membantu Frodo berdiri untuk melanjutkan perjalanan mereka.
Aragorn kembali ke pasukannya yang ketakutan dan bingung.
Aragorn tegas : Tetaplah di tempat kalian!Para putra Gondor dan Rohan. Saudaraku! Aku lihat di mata kalian...ketakutan yang sama dirasakan oleh hatiku. Mungkin kelak akan datang ketika keberanian Manusia luluh...saat kita meninggalkan sahabat dan
menghancurkan ikatan persaudaraan.Tapi bukan hari ini.Berkuasanya yang jahat
dan remuknya perisai...saat era Manusia telah binasa.Tapi bukan hari ini.Hari ini kita bertempur!Demi semua yang kalian say! angi di b! umi ini....kuminta kalian berjuang,
Manusia dari Barat!
Mendengar kata-kata Aragorn, pasukannya kembali bersemangat kembali dan menghunuskan pedang mereka.
Sam dan Frodo sudah menaiki gunung berapi. Mereka sudah tampak kelelahan dengan perjalanan yang panjang ini.
Ribuan pasukan Orc keluar dan hampir mengelilingi Aragorn dan pasukannya. Aragorn tak gentar melawan mereka.
Frodo melihat puncak gunung berapi dan perlahan-lahan merangkak dengan sisa kekuatan yang dimilikinya sampai dia terkapar tak bertenaga.
Puluhan ribu pasukan Orc sudah mengepung pasukan Aragorn.
Gimli : Tak pernah berpikir bahwa aku mati bertempur bersama seorang Peri.
Legolas malat : Bagaimana bila bersama dengan seorang teman?
Gimli : Ya.Aku bisa melakukan itu.
Sam mendekati Frodo yang terkapar tak bertenaga. Sam membalikkan tubuh Frodo dan memeluknya. Sam menatap gunung berapi itu sebelum melihat Frodo yang terbaring tak bertenaga. Hanya nafasnya yang kecil, menandakan jika Frodo masih hidup.
Sam : Apa kau mengingat Shire,Tn. Frodo?Sebentar lagi akan musim semi.Dan kebun buah akan berbunga.Dan burung akan bersarang di ranting pohon hazel.Mereka akan menanam gandum di ladang saat musim panas...dan makan buah arbei pertama dengan krim.Apa kau ingat rasanya buah arbei?
Frodo : Tidak, Sam.Aku tak bisa mengingat rasanya makanan...atau suara air...atau sentuhan rerumputan.Aku...merasa telanjang dalam gelap.Tak ada apa-apa.Tak ada yang bersembunyi antara aku dan roda api.Aku bisa melihatnya...dengan mataku.
Sam : Kalau begitu mari kita menghancurkannya...terakhir dan untuk selamanya.Ayo, Tn. Frodo.Aku tak bisa membawa cincinnya untukmu...tapi aku bisa membawamu.Ayo!
Sam memanggul tubuh Frodo dan berjalan menuju ke gunung berapi.
Mata Sauron : Aragorn! Elessar.
Aragorn maju ke depan dan terseyum pada yang lainnya.
Aragorn : Untuk Frodo.
Aragorn dengan pedang terhunus berlari maju untuk berperang. Pippin dan Merry mengikutinya. Lalu yang lainnya menyusul. Pertemp! uran yang! terakhir kalinya-pun tak bisa terhindarkan.
Sam : Lihat, Tn. Frodo.Sebuah pintu gerbang.Kita hampir sampai.
Tapi Smeagol muncul dari atas batu.
Smeagol : Hobbit yang pintar memanjat begitu tinggi!
Smeagol langsung melompat ke atas tubuh Frodo yang membuat mereka terjatuh ke bawah setelah dia menarik rambut Sam. Smeagol langsung memukul dan mencekik leher Frodo.
Smeagol :Tidak boleh melewati jalan itu. Tidak boleh melukai Yang Berharga.
Frodo : Kau sudah bersumpah!Kau sudah bersumpah pada Yang Berharga!Sméagol sudah berjanji!
Smeagol :Sméagol bohong.! ! div>
Smeagol memperkuat cekikannya pada Frodo. Sam yang sudah pulih langsung melempar sebuah batu tepat ke kepala Smeagol yang langsung membuatnya jatuh ke bawah. Smeagol berdiri dan akan mendekati Frodo. Sam langsung melemparkan dirinya ke arah Smeagol, sehingga mereka berdua jatuh ke bawah.
Aragorn dan pasukannya masih berperang melawan para Orc.
Para pengendara Nazgul datang membantu.
Sam masih berkelahi dengan Smeagol. Sam bahkan terluka saat Smeagol menggigit lehernya tapi Sam dengan cekatan menusukkan pedangnya ke perut Smeagol yang merasa kesakitan.
Sam : Frodo!
Ternyata Sam melihat Frodo berlari menuju gunung berapi dengan sisa kekuatannya.
Pertempuran masih berlangsung di depan gerbang Mordor. Gandalf melihat seorang penunggang Nazgul. Gandalf membaca mantra dan muncullah seekor kupu-kupu terbang yang keluar dari pedangnya. Melihtanya Gandalf tersenyum.
Saat Nazgul akan menyerang, tiba-tiba datang seekor rajawali besar yang menyerangnya. Lalu kawanan burung rajawali besar lainnya pun datang.
Pippin : Burung rajawali.Burung rajawali datang!
Para rajawali besar itu menyerang para Nazgul.
Sam melihat Frodo sudah masuk ke dalam gunung berapi.
Sam ikut menyusul masuk ke dalam dan melihat Frodo berdiri di tepi jurang kawah gunung berapi.
Sam : Frodo!
Frodo : Aku di sini, Sam.
Sam : Musnahkan!Teruskan! Sekarang!Lemparkan ke dalam api!Kau tunggu apa lagi? Lepaskan saja!
Tapi suara cincin itu mempengaruhi Frodo.
Frodo : Cincin ini milikku.
Frodo menarik cincin itu hingga terlepas dari kalungnya dan memakainya di jari telunjuknya.
Sam : Tidak.Tidak.Tidak!
Frodo-pun menghilang.
Mata Sauron yang merasakan kehadiran cincin itu, mengarahkan tiga Nazgul menuju gunung berapi.
Tampak adanya jejak kaki yang berjalan di tanah. Sam mencari-cari sosok Frodo yang menghilang tanpa dia sadari Smeagol sudah ada di belakangnya. Smeagol langsung memukul kepala Sam dengan batu hingga jatuh sebelum mencari sosok Frodo yang menghilang. Smegol sepertinya menemukan Frodo yang menghilang di tepi jurang dan melompat ke atas ubuhnya. Smeagol ingin merebut cincin itu kembali.
Pertempuran masih berlangsung. Kali ini Aragorn bertempur melawan satu Troll dengan sengitnya.
Smeagol masih berusaha merebut cincin itu dari Frodo yang menghilang. Sam sadar walaupun ! ; masih sedikit pusing. Sam melihat Smeagol yang masih berusaha merebut cincin itu. Sampai akhirnya Smeagol menggigit jari telunjuk Frodo sampai putus. Frodo kembali terlihat dan berteriak kesakitan.
Aragorn terlempar saat bertarung melawan Troll. Legolas yang melihatnya tampak kaget dan cemas.
Frodo menahan sakit, sedangkan Smegol melepaskan cincin itu dari potongan jari telunjuk Frodo. Smeagol tampak kegirangan mendapatkannya.
Aragorn sadar dan bangun. Aragorn melihat Troll itu mendekatinya. Legolas berlari untuk menyelamatkan Aragorn diantara pasukan Aragorn dan Orc yang bertarung.
Smeagol melompat-lompat kegirangan.
! Smeagol : Ya!Ya!Yang Berharga!Yang Berharga!
Frodo dengan sisa kekuatannya ingin merebut kembali cincin itu dari Smeagol. Sam hanya bisa melihatnya dari jauh.
Troll itu menginjak tubuh Aragorn dan dengan cepat Aragorn menusukkan belatinya ke kaki Troll itu yang berteriak kesakitan. Gandalf melihat hal itu di tengah pertempurannya.
Frodo dan Smegol yang berebut cincin itu jatuh ke jurang kawah berapi. Smeagol dengan bahagianya melihat cincin yang dipegangnya, tanpa dia sadari jika di bawahnya kawah merapi sudah menunggunya. Tubuhnya pun hancur dimakan lava gunung berapi, sedangkan cincin itu masih tampak mengambang di atas lava itu.
Lalu dimanakah Frodo berada? Ternyata Frodo masih hidup karena berpegangan pada batu. Sam mengulurkan tangan untuk membantunya.
Sam : Ulurkan tanganmu!
Frodo hanya diam menatapnya. Tak berapa lama timbul tulisan di cincin itu.
Sam : Raih tanganku!
Frodo mencoba menggapai tangan Sam menggunakan tangan kirinya yang terluka tapi tidak bisa dan hampir terjatuh.
Sam : Tidak!Jangan kau lepaskan.Jangan lepaskan.Gapai tanganku!
Frodo mencoba meraih tangan Sam dan kali ini berhasil.
Tak berapa lam cincin itu hancur menyatu dengan lava gunung berapi. Mata Sauron merasakan cincin itu sudah menghilang dan berteriak. Troll yang ingin menghabisi Aragorn mendengar teriakan mata Sauron berlari pergi menjauhi gerbang Mordor.
Gandalf, Legolas, Aragorn dan semuanya melihat menara mata Sauron runtuh. Gandalf dan Aragorn berkaca-kaca melihatnya. Tak berap lama kemudian mata Sauron hilang dan menghancurkan sekelilingnya.
Merry : Frodo!Frodo!
Gimli tersenyum.
Dengan hancurnya menara mata Sauron, maka tanah Mordor amblas dan hanya sebagian pasukan Orc yang selamat. Tapi tanah di mana pasukan Aragorn berada tidak ikut amblas.
Tapi kebahagiaan itu hanya sesaat karena gunung berapi sepertinya akan meleutus. Merry, Gandalf, Aragorn dan pasukannya kaget melihat peristiwa itu. Mereka mencemaskan keadaan Frodo. Ketiga Nazgul yang ada di sekitar gunung berapi pun mati karena terkena lavanya.
Di dalam kawah gunun! g berapi,! Sam membawa Frodo keluar dari sana. Lava gunung meluap keluar bersamaan dengan Frodo dan Sam melompat ke batuan besar sehingga mereka selamat. Frodo dan Sam melihat sekeliling mereka.
Frodo : Ia sudah hilang.Sudah selesai.
Sam : Ya, Tn. Frodo.Kini sudah berakhir.
Guncangan gunung merapi memaksa mereka lebih ke atas batu lagi agar terhindar dari lavanya.
Frodo memejamkan mata :Aku bisa melihat Shire.Sungai Brandywine.Bag End. Kembang api Gandalf.Lampu di Party Tree.
Sam : Rosie Cotton sedang menari.Ada pita di rambutnya.Jika aku pernah menikah
dengan seseorang...itu adalah dia.Seseorang itu adalah dirinya.
Frodo :Aku senang bersama dirimu, Samwise Gamgee...b! erada di ! sini di akhir segalanya.
Mereka saling berpelukan.
Tak berapa lama, tiga ekor burung rajawali raksasa terbang ke arah mereka. Gandalf menungganggi di salah satu dari mereka. Rajawali tungganggannya membawa Frodo, sedangkan yang satunya lagi membawa Sam. Mereka lalu pergi dari sana. Frodo membuka matanya sekilas sebelum tertidur kembali.
Pagi itu, Frodo terbangun dan kaget karena dia berada di tempat tidur dan sebuah kamar yang luas. Frodo kaget saat melihat seseorang di depannya.
Frodo : Gandalf?
Mereka tertawa.
Mendengar suara tawa! , Pippin ! dan Merry masuk ke kamar.
Merry : Frodo!
Merry dan Pippin berlari dan menggelitik tubuh Frodo. Mereka tertawa bahagia.
Gimli masuk.
Frodo : Gimli!
Legolas, Aragorn dan terakhir Sam masuk ke dalam untuk menemuinya. Sam dan Frodo saling tatap. Tampak senyum kebahagian di sana.
Puncak Minas Tirith
Dilangsungkan penobatan Aragorn sebagai Raja ! Gondor. R! aja dari semua raja umat manusia. Penobatan itu dilakukan oleh Gandalf dan disaksikan oleh semua orang yang ada di sana.
Gandalf : Ini adalah hari untuk raja.Semoga mereka diberkati.
Tepuk tangan meriah dari para penduduk menyambut penobatan Raja Aragorn setelah bertahun-tahun lamanya Gondor tidak memiliki seorang raja.
Raja Aragorn : Hari ini bukan milik satu orang...tapi milik semuanya.Mari bersama kita bangun kembali dunia ini...sehingga kita bisa berbagi di masa damai ini.
Kelopak bunga putih bertaburan menyambut raja Gondor yang baru.
Raja Aragorn bernyanyi :
Dari Samudera Besar...ke Middle-Earth aku pergi.
Di tempat ini aku akan tinggal..beserta para pewarisku...hingga akhir dunia.
Faramir dan Eowyn, Eomer memberi hormat saat Raja Aragorn berjalan melewati mereka.
Dari arah berlawanan, Legolas dan para Elf berjalan menuju ke arahnya.
Raja Aragorn : Terima kasih.
Legolas tersenyum dan memberikan isyarat padanya tentang seseorang yang ada bersamanya. Raja Aragorn tampak kaget saat melihat Arwen yang membawa panji Elf ada di sana. Elrond sepertinya menyuruh Arwen mendekatinya. Raja Aragorn seperti tak percaya melihat Arwen masih hidup dan sekarang sedang berdiri di depannya. Arwen memberikan hormat padanya.
Raja Aragorn mengangkat wajah Arwen, tampak mata Arwen berkaca-kaca. Arwen tersenyum padanya. Mereka pun berciuman untuk melepaskan rindu yang selama ini mereka rasakan diiringi tepuk tangan meriah semua orang yang hadir. Elrond tersenyum bahagia melihat mereka. Arwen mengakhiri ciuman mereka dengan memeluk Raja Aragorn dengan erat dan penuh rasa rindu serta cinta.
Raja Aragorn dan Arwen melanjutkan berjalan. Mereka bertemu Frodo dan ketiga temannya yang langsung memberikan hormat padanya.
Raja Aragorn : Kawan-kawanku...jangan membungkuk pada siapa pun.
Raja Aragorn dan Arwen malah membungkuk sebagai tanda penghormatan kepada mereka berempat yang diikuti oleh semua orang yang ada di sana. Mereka berempat hanya diam tanpa bisa berkata apa-apa lagi.
Suara Frodo : Dan begitulah.Abad keempat Middle-earth dimulai.Dan Persaudaraan Cincin...yang terikat selamanya oleh persahabatan dan cinta...sudah berakhir.13 bulan sejak Gan! dalf meng! irim kami pada perjalanan panjang...kami temukan pemandangan
yang sudah kami kenal.Kami pulang.
Frodo dan ketiga temannya pulang ke Shire dengan berkuda. Si pria Proudfeet yang sinis sedang menyapu halaman rumahnya dan bertemu mereka berempat yang memakai baju kehormatan. Si pria Proudfeet yang sinis hanya tersenyum sinis melihat mereka sebelum melanjutkan pekerjaannya.
Frodo membawakan empat cangkir minuman dan hampir saja menabrak seorang pria yang membawa labu yang besar. Mereka berempat yang awalnya diam, lalu melakukan âTOSSâ sebelum minum.
Sam melihat Rosie yang sedang melayani pelanggan.
Suar! a pria : ! Aku tambah lagi, Rosie.
Rosie mengambilkan minuman itu dengan sesekali melirik ke arah Sam.
Sam menenggak minumannya sebelum menemui Rosie. Pippin, Merry dan Frodo hanya tersenyum melihat perubahan sikap Sam sekarang yang berani mendekati Rosie.
Tak berapa lama kemudian, Sam dan Rosie menikah dihadiri teman-teman dan kerabatnya. Saat Rosie melempar karangan bunganya, ternyata Pippin yang menangkapnya. Si wanita penggambil diamon tampak kesal karena Pippin yang mendapatkanya. Walaupun akhirnya mereka berdua tersenyum. Sepertinya Pippin yang selanjutnya akan menikah dengan Si wanita pengambil diamon itu dech!
Suara Frodo : Bagaimana kau memungut benang kehidupanmu yang dulu?Bagaimana kau melanjutkan hidup...saat dalam hatimu, kau mulai memahami...bahwa tak ada jalan untuk kembali?Ada beberapa hal yang tak bisa disembuhkan oleh waktu...beberapa luka yang begitu dalam...yang mulai terasa sakitnya.
Frodo menulis perjalanannya di dalam buku yang diberikan oleh Bilbo, yang berjudul
âPergi dan kembali lagi
Kisah seorang Hobbit, oleh Bilbo Bagginsâ
Frodo menambahkan tulisan di bawahnya. Saat ingin melanjutkan menulis, Frodo masih merasakan rasa sakit yang luas biasa di bekas tusukan pedang Raja Angmar.
Sam datang.
Sam : Tn. Frodo?Ada apa?
Frodo : Sudah empat tahun sejak peristiwa di Weathertop, S! am.Lukany! a takkan pernah sembuh.
Sam membaca tulisan di buku itu.
Sam : "Datang dan Kembali Lagi: Kisah Hobbit oleh Bilbo Baggins.Dan Penguasa Cincin oleh Frodo Baggins."Kau menyelesaikannya.
Frodo menutup buku itu.
Frodo : Belum.Masih tersisa sedikit halaman lagi.
Gandalf datang untuk menjemput Bilbo.
Suara Frodo : Bilbo pernah bilang bahwa bagiannya
di cerita ini akan berakhir...sehingga kami harus masuk dan ikut dalam ceritanya.Kisah Bilbo kini sudah berakhir.Tak akan ada lagi petualangan buatnya...yang tersisa.
Bilbo : Katakan lagi, Nak. Kita mau kemana?
Frodo : Ke pelabuhan, Bilbo.Bangsa Peri memberikan Paman sebuah tempat kehormatan...yang istimewa di kapal terakhir yang akan meninggalkan Middle-earth.
Bilbo : Frodo...apa ada kesempatan aku melihat Cincin lama itu lagi?Benda yang kuberikan padamu.
Frodo berbohong : Maafkan aku, Paman.Aku sudah menghilangkannya.
Bilbo : Sungguh kasihan.Aku harusnya memegangnya untuk terakhir kali.
Bilbo tidur di bahu Frodo yang ikut tidur juga.
Gandalf, Frodo, Pippin, Merr! y dan Sam! mengantar Bilbo pergi bersama para Elf.
Bilbo : Ini pemandangan yang tak pernah kulihat sebelumnya.
Ternyata yang menyemput Bilbo adalah Elrond, Galadriel dan Celeborn sendiri. Bilbo memberikan perhormatan pada ketiganya.
Galadriel : Kekuatan Tiga Cincin sudah berakhir.Waktunya tiba...untuk Manusia berkuasa.
Elrond bahasa Elf :
The Sea calls us home
(Lautan memanggil kami pulang)
Elrond membuka lebar kedua tangannya untuk menyambut Bilbo.
Bilbo tersenyum bahagia : Kurasa aku...cukup siap untuk sebuah petualangan lagi.
Bilbo naik kapal diiringi oleh Elrond. Galadriel tersenyum sekilas sebelum menyusul Elrond naik ke kapal diikuti oleh Celeborn.
Gandalf : Selamat tinggal...para Hobbit-ku yang pemberani.Tugasku kini sudah selesai.Akhirnya di sini, di tepi laut ini...berakhirlah sudah Persaudaraan kita.Aku takkan bilang, "Jangan menangis"...karena tak semua airmata itu jahat.
Ketiga teman Frodo meras sedih, sedangkan Frodo hanya diam menatapnya. Gandalf berjalan beberapa langkah.
Gandalf : Sudah waktunya, Frodo.
Ketiga teman Frodo bingung dan menata Frodo.
Sam : Apa maksudnya?
Frodo : Kita berpetualang untuk menyelamatkan Shire, Sam.Dan Shire sudah diselamatkan.Tapi tidak untukku.
Sam berkaca-kaca : Kau tak bersungguh-sungguh.Kau tak boleh pergi.
Frodo memberikan buku pemberian Bilbo pada Sam.
Frodo : Halaman terakhir buat kau, Sam.
Frodo memeluk erat Merry dan Pippin untuk terakhir kalinya. Terakhir, Frodo memeluk Sam dengan erat sebelum mencium kepala Sam untuk terakhir kalinya.
Gandalf mengulurkan tangan dan disambut oleh Frodo. Mereka menaiki kapal.
!
Ketiganya melihat Frodo yang tersenyum bahagi di atas kapal. Senyum terakhir Frodo yang akan dikenang oleh mereka. Kapal perlahan-lahan berlayar dan menjauh dari pandangan mereka.
Sam kembali pulang ke rumahnya. Dia disambut oleh Elanor Gamgee, putrinya dan Rosie yang menggendong Frodo Gamgee, putranya yang masih balita.
Suara dan pesan terakhir Frodo :
Sam-ku tersayang: Kau tak bisa selalu bersamaku.Kau akan menjadi tokohnya untuk waktu yang lama.Banyak hal yang bisa kau nikmati, inginkan dan lakukan.Bagianmu dalam cerita ini akan berlanjut.
Sam bergumam : Aku sudah pulang.
Mereka masuk ke dalam rumah mungilnya. Kebahagiaan tampak di bawah mereka.
THE END
Comment :
Alhamdulillah! Akhirnya selesai juga sinopsis The Lord of The Ring-nya! Banzai! Banzai! Banzai!
Sebenarnya ada kisah yang berkaitan dengan The Lord of The Ring yang berjudul âThe Hobbitâ. The Hobbit ini bercerita mengenai perjalanan 60 tahun sebelum iniâ¦. saat di mana Bilbo muda m! elakukan ! petualangan dan menemukan cincin Sauron. Selain itu juga mengisahkan awal kebencian para Dwarf kepada bangsa elf serta perjalanan para Dwarf untuk mengembalikan kejayaan mereka setelah hancurnya Eleborn karena serangan seekor naga. Sekaligus awal munculnya Sauron dalam bentuk manusia. Tapi karena banyak tokoh dalam kisah ini, terutama nama para Dwarf yang berjumlah 13 drawfâ¦.jadi aku tidak membuat sinopsisnya. Xexeeeeexeexeee⦠aku juga baru membacanya sampai bagian ke-2! Bagian ke-3 baru rilis akhir tahun 2014. Penasaran, bagaimana ending-nya nanti! Kita tunggu aja!
Moga kalian menyukai sinopsis The Lord of The Ring yang aku buat ini! Gomawo!
0 Response to "SINOPSIS THE LORD OF THE RINGS 3"
Posting Komentar